Panen 58 Kg Pakcoy Hidroponik, Lapas Purwokerto Dorong Ketahanan Pangan Dan Kemandirian Warga Binaan
PURWOKERTO – Green House Hidroponik Lapas Kelas IIA Purwokerto kembali menunjukkan hasil dari program pembinaan kemandirian. Pada Kamis (24/9), kegiatan panen pakcoy hidroponik dilaksanakan dengan melibatkan pegawai Lapas, peserta magang Kemnaker, serta warga binaan.
Proses panen dilakukan bersama-sama dengan memetik tanaman pakcoy yang telah mencapai masa siap panen. Tanaman yang dipanen tampak segar dan memiliki kualitas yang baik, kemudian dikumpulkan serta dipersiapkan untuk dikemas sebelum dipasarkan kepada masyarakat.
“Kegiatan panen ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus mendorong warga binaan agar produktif dan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan. Tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberikan pengalaman dalam proses budidaya hingga hasilnya memiliki nilai ekonomi,” ujar Kalapas Kelas IIA Purwokerto, Winarso.
Pada panen kali ini, Green House Hidroponik Lapas Purwokerto berhasil menghasilkan lebih dari 58 kg pakcoy yang siap untuk diperjualbelikan. Hasil panen tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kegiatan pembinaan kemandirian dapat diarahkan menjadi aktivitas produktif yang menghasilkan komoditas bernilai ekonomi.
Keterlibatan warga binaan dalam proses budidaya hingga panen juga menjadi bagian dari pembelajaran keterampilan kerja. Dengan didampingi dan berkolaborasi bersama pegawai serta peserta magang Kemnaker, warga binaan mendapatkan pengalaman mengenai pengelolaan tanaman hidroponik sekaligus proses menghasilkan produk yang siap dipasarkan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Purwokerto terus mendorong terciptanya berbagai kegiatan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Dari Green House Hidroponik, setiap panen bukan sekadar menghasilkan sayuran segar, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun keterampilan, kemandirian, dan kesiapan warga binaan untuk kembali berdaya di tengah masyarakat.
