Bekali Warga Binaan Hadapi Dunia Kerja, Lapas Tangerang Gandeng PLN Berikan Pelatihan PLTS dan K3

KORANDETAK.COM- Perkembangan teknologi membuka semakin banyak peluang keterampilan yang dapat dipelajari dan dikembangkan. Salah satunya melalui pemanfaatan energi matahari sebagai sumber listrik. Pengetahuan tersebut menjadi pengalaman baru bagi 20 warga binaan Lapas Kelas I Tangerang yang mengikuti pembekalan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan keselamatan serta kesehatan kerja (K3) bersama PT PLN (Persero) UBP Banten 3 Lontar, Rabu (9/9).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas I Tangerang ini diikuti warga binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja, khususnya program Jawara Beton. Kegiatan turut dihadiri Kepala Lapas Kelas I Tangerang Beni Hidayat, jajaran pejabat struktural, serta pegawai Bidang Kegiatan Kerja.

Pembekalan diawali dengan pengenalan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tim PLN memberikan pemahaman mengenai cara panel surya memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan listrik, sekaligus mengenalkan langkah-langkah sederhana dalam menjaga dan merawat peralatan agar tetap berfungsi dengan baik.

Warga binaan diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan panel, memperhatikan kondisi peralatan pendukung, serta mengenali apabila terdapat perubahan atau kondisi yang tidak biasa. Untuk gangguan yang membutuhkan penanganan khusus, peserta diarahkan untuk melaporkannya kepada petugas yang memiliki kemampuan di bidang tersebut.

Pembekalan dilanjutkan dengan materi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Peserta diajak memahami berbagai hal yang perlu diperhatikan sebelum dan selama bekerja, mulai dari penggunaan alat secara benar, mengenali kondisi yang dapat membahayakan, menjaga lingkungan kerja, hingga menggunakan perlengkapan pelindung sesuai kebutuhan.

Pemahaman tersebut memiliki kaitan langsung dengan kegiatan Jawara Beton, yang dalam prosesnya melibatkan berbagai alat, bahan, dan tahapan pekerjaan. Karena itu, warga binaan didorong untuk membiasakan diri memperhatikan kondisi lingkungan dan peralatan sebelum memulai pekerjaan.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan bahwa pembinaan keterampilan harus memberikan manfaat yang dapat dibawa warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Pembinaan kerja harus membentuk lebih dari sekadar kemampuan menghasilkan produk. Kami ingin warga binaan memiliki cara kerja yang disiplin, bertanggung jawab, dan mengutamakan keselamatan. Melalui pembekalan PLTS dan K3 ini, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dibiasakan untuk bekerja secara profesional dan siap menghadapi tuntutan dunia kerja,” ujar Beni.

Sejalan dengan hal tersebut, Manager Engineering PT PLN (Persero) UBP Banten 3 Lontar, Agung Prasetyo, menekankan bahwa keselamatan bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi, tetapi bagian dari cara seseorang bekerja secara profesional.

“Di dunia kerja, kemampuan teknis harus berjalan bersama dengan sikap disiplin dan kepedulian terhadap keselamatan. Karena itu, kami ingin peserta tidak hanya mengetahui cara merawat PLTS, tetapi juga memahami pentingnya mengenali kondisi sebelum bekerja, menggunakan peralatan dengan benar, dan mengambil langkah yang tepat ketika menemukan potensi bahaya. Kebiasaan seperti inilah yang membentuk kualitas seorang pekerja, karena bekerja dengan baik bukan hanya tentang mencapai hasil, tetapi juga memastikan setiap proses berlangsung secara aman dan bertanggung jawab,” ungkap Agung.

Apa yang disampaikan dalam pembekalan tersebut dirasakan langsung oleh salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan. Baginya, pelatihan bersama PLN tidak hanya menambah pengetahuan tetapi juga mengubah cara pandangnya dalam menjalankan sebuah pekerjaan.

“Pelatihan ini membuat kami sadar bahwa bekerja bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan dan mendapatkan hasil yang baik. Kami juga harus tahu bagaimana menggunakan alat dengan benar, menjaga lingkungan kerja, dan memastikan semuanya aman sebelum mulai bekerja. Pembekalan ini menjadi pengalaman baru bagi kami dan membuka pikiran bahwa masih banyak keterampilan yang bisa dipelajari. Kami berharap ilmu yang kami dapat di sini bisa terus kami kembangkan dan menjadi bekal untuk bekerja dengan lebih baik saat kembali ke masyarakat,” tutur.

Pada akhirnya, pembinaan bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Dari balik tembok Lapas, setiap pengetahuan dan pengalaman kerja dibangun untuk menumbuhkan kemandirian dan kepercayaan diri sehingga warga binaan siap kembali sebagai pribadi yang mampu bekerja, berkarya, dan memberi manfaat bagi masyarakat.(Red)