Juwita Bantah Terlibat Dugaan Penculikan Aktifis
KORANDETAK.COM- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Lebak, dr Juwita Wulandari membantah terlibat atas aksi dugaan penculikan oleh oknum ormas kepada Fam Fuk Tjhong alias Uun, seorang akfivis. Kata dia, pihaknya merasa terkejut dikaitkan dengan aksi tersebut, meskipun oknum ormas itu membawa Fam Fuk Tjhong kekediamannya.
“Saya juga kaget kenapa pak Uun dibawa kerumah saya, saya sama sekali tidak pernah memberikan perintah untuk melakukan tindakan itu,”kata dr Juwita Wulandari, saat menggelar konfrensi pers, di ruang rapat Gedung DPRD Lebak, Senin(20/07/2026).
Kata Juwita, meskipun kejadian yang menimpa Uun itu katanya dilakukan berdasarkan adanya pesan whatapps tak pantas dari korban kepadanya berupa kata-kata kasar. Akan tetapi sekali lagi, dirinya sama sekali tidak tahu menahu, lantaran pesan WA yang dikirimkannya juga hanya diketahui oleh keluarganya semisal suaminya.
“WA itu cuma yang tahu adalah keluarga saya sendiri, dan kemudian jika bocor kepada pihak lain saya tidak tahu,”kata Juwita.
Penasehat hukum Juwita Wulandari, Acep Saefudin mengatakan, pihaknya mendukung laporan yang dilakukan oleh korban. Bahkan ketua DPRD Lebak kata Acep merasa prihatin dengan adanya kejadian tersebut.
Kata Acep, pihaknya memastikan jika aksi tak senonoh kepada Uun itu bukan perintah atau sepengetahuan dari Ketua DPRD Lebak,”Saya pastikan tidak ada kaitannya dengan ketua DPRD Lebak, kami mendukung pelaporan kepada Polda yang dilakukan pihak korban,”kata Acep.
Tb Atang Solihin, kerabat korban penculikan yang dilakukan oknum ormas itu mengaku mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh oknum. Pihaknya meminta agar Polda Banten mengusut tuntas kejadian tersebut dalam waktu sesingkat-singkatnya, hal itu dikarenaka saat penculikan Uun diperlakukan secara tak manusia.
“Harus di usut tuntas, ini tidak bisa dibiarkan. Polda harus bertindak sesegera mungkin,”kata Tb Atang Solihin.
Sekedar informasi, video kejadian dugaan penculikan kepada aktivis Lebak, Fam Fuk Thjong alias Uun, beredar luas di masyarakat melalui media sosial. Dalam, video tersebut Uun dalam posisi telungkup dan sedang diintimidasi oknum agar merasa jera karena mengirimkan pesan tak senonoh kepada ketua DPRD Lebak. (Fahdi Khalid).
