Lapas Kelas IIA Purwokerto Kirim 3.250 Sapu Lakop Hasil Karya Warga Binaan

Purwokerto, 1 Juli 2026 — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan pengiriman produk hasil karya berupa sapu lakop. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan produktif yang bertujuan meningkatkan keterampilan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga binaan.

Sebanyak 3.250 buah sapu lakop yang diproduksi oleh warga binaan berhasil dikirimkan kepada CV Hamaki Group Cilacap sebagai mitra kerja sama dalam pemasaran dan pemanfaatan hasil karya warga binaan. Produk tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan kerja yang dilaksanakan secara berkelanjutan di Lapas Kelas IIA Purwokerto.

Kegiatan pengiriman ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian di Lapas tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang memiliki kualitas, nilai guna, dan daya saing. Hal ini sekaligus menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa keberhasilan pengiriman produk ini merupakan bentuk nyata dari pembinaan yang berorientasi pada produktivitas dan kemandirian warga binaan. “Kami terus berupaya memberikan ruang dan kesempatan bagi warga binaan untuk berkarya dan menghasilkan produk yang bernilai ekonomis. Melalui kerja sama dengan pihak luar, kami berharap hasil karya warga binaan dapat semakin dikenal dan menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Purwokerto berharap program pembinaan kemandirian dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas. Seluruh rangkaian kegiatan pengiriman produk berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar sebagai wujud komitmen dalam menjalankan pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.