Warga Binaan Lapas Labuhan Bilik Jadi Khatib Shalat Jumat, Masuk Napi Keluar Jadi Santri

LABUHAN BILIK — Petugas dan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Labuhan Bilik Sholat Jumat berjamaah di Masjid At-Taubah, Jumat (25/09/2026). Bertindak sebagai khatib dan imam dalam shalat Jumat tersebut adalah warga binaan Lapas Labuhan Bilik.

Kepala Lapas Labuhan Bilik, Leonardo Pandjaitan, menyatakan Lapas Labuhan Bilik senantiasa memfasilitasi kebutuhan rohani warga binaan.

“Setiap warga binaan diberikan ruang yang sebesar-besarnya untuk menjalankan kewajibannya dalam agama yang dianutnya, dan Lapas Labuhan Bilik selalu mengedepankan apa yang menjadi hak warga binaan,” ujar Leo.

Kepala Subseksi Pembinaan, Dennis Efraim Purba, menambahkan bahwa penunjukan warga binaan sebagai khatib merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian di Lapas Labuhan Bilik.

“Masuk napi keluar jadi santri. Warga binaan Lapas Labuhan Bilik diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya, dengan warga binaan sebagai khatib dan imam bisa bisa membekali mental dan keterampilan mereka untuk persiapan kembali ke tengah masyarakat, sekaligus menciptakan lingkungan lapas yang jauh lebih humanis, kondusif, dan harmonis.,” jelas Dennis.

Arif, warga binaan yang bertugas sebagai khatib pada pelaksanaan Sholat Jumat tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan sekaligus melihat adanya perubahan positif pada dirinya selama berada di Lapas Labuhan Bilik.

“Kegiatan ini menjadi sarana bagi kami untuk terus belajar. Melalui pembinaan di sini, saya merasakan banyak perubahan ke arah yang lebih baik dan siap untuk kembali menjadi pribadi yang bermanfaat di tengah masyarakat nantinya,” tutup Arif.