Lapas Purwokerto Panen 55,4 Kilogram Caisim, Dukung Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan
Purwokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan. Pada Kamis (17/9), Lapas Purwokerto melaksanakan pemanenan tanaman caisim yang dibudidayakan di lingkungan Lapas. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB tersebut melibatkan dua orang warga binaan bersama petugas pendamping.
Tanaman caisim yang dipanen merupakan hasil dari proses budidaya yang dilakukan secara bertahap, mulai dari penanaman, penyiraman, pemupukan, hingga pemeliharaan tanaman. Melalui kegiatan ini, warga binaan mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola tanaman hortikultura sekaligus belajar mengenai pentingnya ketekunan, tanggung jawab, dan konsistensi dalam menghasilkan produk pertanian.
Dari kegiatan pemanenan tersebut, diperoleh hasil sebanyak 55,4 kilogram caisim. Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Winarso, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian di bidang pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter dan keterampilan warga binaan.
“Program pembinaan kemandirian seperti ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang produktif. Kami berharap kegiatan pertanian ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat, baik bagi warga binaan maupun dalam mendukung program ketahanan pangan di lingkungan Lapas,” ujar Winarso.
Kegiatan pemanenan caisim berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Lapas Kelas IIA Purwokerto berkomitmen untuk terus mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia melalui berbagai program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, sebagai bekal bagi warga binaan agar memiliki keterampilan dan sikap mandiri yang dapat diterapkan setelah kembali ke masyarakat.
