Krisis Iklim dan Cuaca Ekstrem — Bangkok Lumpuh Total Akibat Banjir Bandang Terburuk dalam Dekade Ini

BANGKOK — Ibu kota Thailand, Bangkok, mengalami kelumpuhan total setelah diguyur hujan deras tanpa henti selama hampir 48 jam. Fenomena cuaca ekstrem ini memicu banjir bandang terburuk dalam satu dekade terakhir, merendam sebagian besar kawasan bisnis, permukiman warga, hingga akses vital menuju bandara internasional.

Intensitas hujan yang sangat tinggi dipicu oleh anomali cuaca regional serta pengaruh siklus fenomena iklim global yang memperparah curah hujan di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah Thailand langsung mengambil langkah darurat. Perdana Menteri Thailand dilaporkan mempercepat kepulangannya dari kunjungan kerja di London untuk memimpin langsung pusat komando penanganan bencana di Bangkok.

“Prioritas utama kami saat ini adalah evakuasi warga lanjut usia, anak-anak, dan wisatawan yang terjebak di zona merah banjir, serta memastikan pasokan logistik darurat tersalurkan dengan baik,” ujar juru bicara Badan Mitigasi Bencana Nasional Thailand dalam konferensi pers darurat.

Sejumlah stasiun kereta bawah tanah terpaksa ditutup demi menghindari korsleting listrik, sementara kemacetan lalu lintas mengular di jalur-jalur alternatif yang masih bisa dilalui. Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa potensi hujan susulan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman kenaikan debit air susulan dari wilayah utara.