GAMAS Warnai Hari Pertama Sekolah di Banten

KORANDETAK.COM-Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru di Provinsi Banten diwarnai pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Gerakan yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN ini dilaksanakan secara serentak di berbagai kabupaten dan kota sebagai upaya mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sejak usia dini.

Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten menggerakkan seluruh jajaran, mulai dari pegawai, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), hingga mitra kerja untuk berpartisipasi dalam GAMAS. Kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai elemen masyarakat dengan mengajak para ayah mengantar putra-putrinya ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah.

Pelaksanaan GAMAS menjadi bagian dari implementasi program prioritas Kemendukbangga yang berfokus pada penguatan kualitas keluarga melalui pengasuhan yang optimal. Kehadiran ayah dalam momen penting kehidupan anak diharapkan dapat mempererat ikatan emosional, meningkatkan rasa percaya diri anak, serta membangun komunikasi yang lebih hangat di dalam keluarga.

Di berbagai daerah di Provinsi Banten, antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya ayah yang mendampingi anak sejak berangkat dari rumah hingga memasuki lingkungan sekolah. Momen tersebut turut diabadikan dan disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan nasional yang mengedepankan pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak.

Melalui GAMAS, Kemendukbangga mengajak masyarakat untuk memaknai pengasuhan sebagai tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Keterlibatan ayah tidak hanya dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga dalam memberikan perhatian, pendampingan, dan keteladanan bagi anak pada setiap tahap kehidupannya.

Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten berharap semangat yang terbangun melalui GAMAS tidak berhenti pada hari pertama sekolah, melainkan menjadi kebiasaan positif yang terus tumbuh di tengah keluarga Indonesia. Dengan semakin kuatnya peran ayah dalam pengasuhan, diharapkan terwujud keluarga yang berkualitas, anak-anak yang tangguh, serta generasi emas Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.(Red).