Dorong Pembinaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan, Peserta Magang Kemnaker Bersama WBP dan Petugas Ditjenpas Lapas Pemuda Plantungan Lakukan Perawatan Tanaman Yakon
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan terus mengembangkan berbagai kegiatan produktif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui pemanfaatan lahan untuk kegiatan pertanian dan budidaya tanaman yang mendukung program ketahanan pangan.
Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, peserta Magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch I Angkatan 2 Tahun 2026 bersama WBP dan petugas Lapas Pemuda Plantungan melaksanakan kegiatan perawatan tanaman yakon. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program pertanian sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada peserta magang dalam kegiatan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Perawatan tanaman dilakukan dengan membersihkan area sekitar tanaman, menyiangi gulma yang dapat menghambat pertumbuhan, serta memastikan kondisi tanaman tetap terjaga. Dalam pelaksanaannya, peserta magang berkolaborasi dengan WBP dan petugas sehingga kegiatan berlangsung secara bersama-sama, tertib, dan produktif.
Kegiatan pertanian seperti ini tidak hanya berfokus pada aspek pemeliharaan tanaman, tetapi juga menjadi media pembelajaran dan pembinaan bagi WBP. Melalui keterlibatan secara langsung, WBP diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan pertanian merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus didorong di Lapas Pemuda Plantungan.
“Kami ingin kegiatan pembinaan tidak hanya memberikan aktivitas bagi WBP, tetapi juga menghasilkan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan ke depannya. Perawatan tanaman yakon ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran agar WBP terbiasa bekerja secara disiplin, bertanggung jawab, dan produktif,” ujar Suharno.
Kalapas juga mengapresiasi keterlibatan peserta Magang Kemnaker yang turut berkolaborasi dengan WBP dan petugas dalam pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, kehadiran peserta magang dapat memberikan suasana pembelajaran yang positif sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung berbagai program pembinaan di Lapas.
“Kolaborasi antara peserta magang, WBP, dan petugas merupakan hal yang positif. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat, baik dalam mendukung program ketahanan pangan maupun dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian WBP,” tambahnya.
Sementara itu, keterlibatan petugas dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan dan pengawasan agar seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan. Sinergi antara petugas, WBP, dan peserta magang diharapkan mampu menciptakan kegiatan pembinaan yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas.
Melalui perawatan tanaman yakon ini, Lapas Pemuda Plantungan terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pembinaan kemandirian berbasis kegiatan pertanian. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk WBP yang lebih terampil, disiplin, dan memiliki kesiapan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
