Asah Potensi dan Kreativitas, Warga Binaan Lapas Purwokerto Rutin Berlatih Band

PURWOKERTO – Musik menjadi salah satu cara warga binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan produktif. Melalui kegiatan latihan band rutin, warga binaan diberikan ruang untuk menyalurkan minat dan bakat sekaligus membangun kreativitas selama menjalani masa pembinaan.

Kegiatan latihan band dilaksanakan secara rutin dengan diikuti warga binaan yang memiliki ketertarikan di bidang musik. Suasana latihan berlangsung dengan penuh semangat, mulai dari memainkan alat musik hingga menyelaraskan permainan antaranggota. Meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka belajar untuk bekerja sama dan membangun kekompakan dalam menghasilkan sebuah penampilan musik.

“Pembinaan tidak hanya berfokus pada satu bidang saja, tetapi juga bagaimana warga binaan dapat mengembangkan potensi dan minat yang mereka miliki. Melalui kegiatan musik seperti latihan band, kami berharap mereka dapat menyalurkan energi secara positif sekaligus membangun rasa percaya diri dan kebersamaan,” ujar Kalapas Kelas IIA Purwokerto, Winarso.

Selain menjadi sarana hiburan, latihan band juga memberikan pengalaman bagi warga binaan untuk belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Setiap anggota memiliki peran masing-masing sehingga diperlukan kekompakan agar musik yang dimainkan dapat terdengar selaras. Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme warga binaan terlihat dari keseriusan mereka mengikuti setiap sesi latihan. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pembinaan yang memberikan suasana berbeda di tengah rutinitas kehidupan di dalam Lapas. Musik menjadi media untuk membangun semangat, kreativitas, sekaligus menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih positif.

Melalui latihan band yang dilaksanakan secara rutin, Lapas Kelas IIA Purwokerto terus berupaya memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi diri. Diharapkan, keterampilan dan nilai-nilai positif yang diperoleh selama mengikuti pembinaan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.