Warga Binaan Nasrani Lapas Cibinong Khusyuk Ikuti Ibadah Rutin, Perkuat Iman dan Pemulihan Rohani.

Warga binaan beragama Nasrani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong kembali melaksanakan ibadah rutin yang berlangsung di Gereja Oikumene Terang Dunia Lapas Cibinong, Senin (2/6/2026). Kegiatan ibadah berjalan dengan khidmat dan penuh sukacita sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian yang secara konsisten diberikan kepada Warga binaan.

Ibadah kali ini dipimpin oleh Pdt. Dolfi Salem dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Shalom dengan mengangkat tema “Doa dan Firman Tuhan sebagai Sumber Kekuatan dan Pemulihan”. Dalam khotbahnya, Pdt. Dolfi Salem mengajak seluruh jemaat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa dan firman-Nya, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Renungan diambil dari Mazmur 34:18, yang menegaskan bahwa Tuhan dekat kepada orang-orang yang patah hati dan menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Melalui ayat tersebut, Warga binaan diajak untuk tetap memiliki harapan, memperkuat iman, serta memaknai masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kelas IIA Cibinong, Yoseph Jhon Ferry, menyampaikan bahwa kegiatan ibadah rutin merupakan salah satu sarana pembinaan kepribadian yang penting dalam membentuk karakter positif Warga Binaan.

“Melalui kegiatan ibadah rutin ini, kami berharap Warga Binaan dapat terus memperkuat keimanan, menemukan ketenangan batin, serta menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman dalam menjalani masa pembinaan. Pembinaan kerohanian memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung proses perubahan perilaku ke arah yang lebih baik,” ujar Yoseph.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan komitmen Lapas Cibinong dalam memenuhi hak-hak Warga Binaan, termasuk hak untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

“Pembinaan keagamaan merupakan salah satu aspek penting dalam sistem pemasyarakatan. Kami terus berupaya memberikan ruang dan fasilitas yang memadai agar Warga Binaan dapat menjalankan ibadah dengan baik. Harapannya, melalui pembinaan kerohanian yang berkesinambungan, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki harapan baru, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ungkap Wisnu.

Salah seorang Warga Binaan berinisial J.S. mengaku bersyukur dapat mengikuti ibadah secara rutin selama menjalani masa pembinaan di Lapas Cibinong.

“Ibadah ini memberikan kekuatan dan penghiburan bagi saya. Melalui doa dan firman Tuhan, saya belajar untuk tetap bersyukur, memperbaiki diri, dan memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik. Saya juga merasa lebih tenang dan semakin dekat dengan Tuhan,” tuturnya.

Kegiatan ibadah berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Cibinong berharap Warga Binaan dapat terus meningkatkan kualitas spiritual, membangun karakter yang lebih baik, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab dan produktif.