Warga Binaan Intensifkan Perawatan Kangkung, Perkuat Ketahanan Pangan Lapas Malang
Malang – Lapas Kelas I Malang terus memperkuat implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 melalui optimalisasi ketahanan pangan (30/6). Salah satu upaya yang dilakukan ialah memanfaatkan lahan tidur di dalam area lapas menjadi lahan produktif untuk budidaya sayur kangkung melalui program bimbingan kerja pertanian.
Program ini melibatkan warga binaan secara langsung mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman setiap hari agar menghasilkan panen yang berkualitas. Tidak hanya menjadi sarana pembinaan kemandirian, kangkung yang dihasilkan juga dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Kelas I Malang. Dengan demikian, hasil pembinaan warga binaan mampu membentuk rantai pangan internal yang mendukung kemandirian pangan di lingkungan lapas.
Setiap hari warga binaan secara rutin melakukan penyiraman penyiangan gulma, dan pemantauan pertumbuhan tanaman agar kangkung dapat dipanen dalam kondisi terbaik. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan memperoleh keterampilan praktis di bidang pertanian yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat. Di sisi lain, pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif kini memberikan nilai tambah bagi lapas melalui penyediaan bahan pangan segar secara mandiri. Hasil panen kangkung kemudian disalurkan ke dapur lapas untuk diolah menjadi menu makanan bagi warga binaan. Sinergi antara program pembinaan dan pemenuhan kebutuhan pangan ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian mampu memberikan manfaat yang nyata sekaligus berkelanjutan.
