Sukses Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan, Lapas Cikarang Rutin Kirim 60 Kg Telur ke PT. TACI

Cikarang, Bekasi — Lapas Cikarang suskes memberikan pembinaan keterampilan bagi warga binaan melalui Program pembinaan kemandirian.

Setelah sebelumnya menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT TD Automotive Compressor Indonesia (TACI) pada Agustus 2025, program tersebut mulai menampakkan hasil nyata dengan dipamerkan dan dipasarkannya produk-produk hasil karya narapidana kepada publik.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah keberhasilan program budidaya ayam petelur yang dikelola langsung oleh warga binaan. Setiap minggunya, Lapas Kelas IIA Cikarang kini mampu mengirimkan 60 kilogram telur hasil panen kepada PT TACI — sebuah pencapaian yang menjadi simbol nyata produktivitas warga binaan di balik tembok Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang, Urip Dharma Yoga, menyambut positif perkembangan ini. Ia menegaskan bahwa program yang berjalan bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan upaya sungguh-sungguh mempersiapkan warga binaan agar bisa mandiri setelah bebas.

“Kami ingin narapidana tidak hanya keluar dari Lapas dengan catatan bebas, tapi juga keluar dengan keterampilan dan kepercayaan diri. Produk yang mereka hasilkan hari ini adalah bukti bahwa mereka mampu,” ujar Urip.

Lebih jauh, Urip menjelaskan bahwa budidaya ayam petelur menjadi salah satu program unggulan yang memberikan hasil paling konsisten. Pengiriman 60 kilogram telur setiap minggu ke PT TACI membuktikan bahwa kegiatan produktif di dalam Lapas bisa berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.

“Setiap minggu kami kirim 60 kilogram telur ke PT TACI. Ini bukan angka kecil. Di balik setiap kilogram itu ada kerja keras warga binaan kami yang dengan sepenuh hati merawat dan mengelola budidaya ini setiap hari,” tambahnya.

Pihak PT TACI sendiri menyatakan komitmen penuh dalam mendukung keberlanjutan program ini, tidak hanya sebatas pelatihan teknis, tetapi juga membuka jalur pemasaran nyata bagi produk warga binaan, termasuk menyerap langsung hasil budidaya telur secara rutin setiap minggu. (humas/yas)