Pondok Pesantren Nurul Iman Lapas Karawang Wisuda Santri, Tandai Berakhirnya Masa Pidana Dan Awal Hijrah

Pondok Pesantren Nurul Iman Lapas Karawang Wisuda Santri, Tandai Berakhirnya Masa Pidana Dan Awal Hijrah

Karawang – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Pondok Pesantren Nurul Iman Lapas Kelas IIA Karawang pada hari ini. Sebanyak tiga Warga Binaan dari 200 santri yang selama ini aktif mengikuti program pembinaan keagamaan di Pondok Pesantren Lapas Karawang resmi diwisuda sebagai tanda berakhirnya masa pidana sekaligus penanda kesiapan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat.

Prosesi wisuda santri dilaksanakan secara khidmat, dihadiri oleh Kalapas, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Iman, Petugas lapas, serta Santri-santri Nurul Iman. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kesungguhan warga binaan dalam menjalani program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf menyampaikan bahwa wisuda ini sebagai penghargaan atas proses perubahan diri yang telah dijalani oleh para warga binaan. Melalui pembinaan pesantren, mereka dibekali nilai-nilai keimanan, akhlak, dan keterampilan hidup yang diharapkan menjadi bekal saat kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Kelulusan dari Pondok Pesantren Lapas ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dijalankan di dalam lapas mampu memberikan dampak positif bagi warga binaan. Hari ini mereka tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga membawa bekal ilmu agama dan semangat baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Hadir Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Iman Lapas Kelas IIA Karawang K.H. Ceceng Syarief Husein. Beliau menyampaikan bahwa selama mengikuti program pesantren, ketiga warga binaan tersebut aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan seperti pembelajaran Al-Qur’an, kajian keislaman, pembinaan akhlak, serta kegiatan ibadah lainnya. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya pembinaan yang bertujuan membentuk pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.

“Kelulusan ini menjadi momentum bagi para Santri Warga Binaan Pondok Pesantren Nurul Iman Lapas Kelas IIA Karawang sebagai awal hidup yang baru, dengan membawa bekal pembelajaran selama menjadi santri yang harus diimplementasikan dikehidupan bermasyarakat” KH. Ceceng menyampaikan.

Momen wisuda ini juga menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi juga wadah pembelajaran dan pembinaan guna mempersiapkan warga binaan kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif.

Dengan berakhirnya masa pidana dan diwisudanya ketiga santri tersebut, diharapkan mereka dapat mengamalkan ilmu agama yang telah diperoleh selama berada di Pondok Pesantren Lapas Karawang, menjaga perilaku positif, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

“Selamat menempuh perjalanan baru. Semoga langkah yang dimulai hari ini menjadi hijrah awal kehidupan yang lebih baik, penuh keberkahan, dan membawa manfaat bagi sesama”, pungkas Ma’ruf.