Petik Merah Kopi, Lapas Pemuda Plantungan Dukung Program Ketahanan Pangan Menteri Imipas
Plantungan, 9 Juni 2026 – Semangat kebersamaan dan produktivitas terus ditunjukkan oleh jajaran petugas bersama warga binaan di Lapas Pemuda Plantungan melalui kegiatan petik merah kopi yang dilaksanakan di area perkebunan lapas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program pembinaan kemandirian serta implementasi arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan.
Sejak pagi hari, petugas dan warga binaan tampak antusias memanen buah kopi yang telah matang sempurna dengan ciri berwarna merah cerah. Proses pemetikan dilakukan secara selektif untuk menjaga kualitas hasil panen sehingga dapat menghasilkan biji kopi yang berkualitas tinggi pada tahap pengolahan selanjutnya.
Kasibinadik & giatja Bastar menyampaikan bahwa kegiatan petik merah kopi tidak hanya bertujuan menghasilkan produk pertanian yang bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan dalam mengembangkan keterampilan di bidang perkebunan. Melalui kegiatan ini, warga binaan diajarkan tentang teknik budidaya, perawatan tanaman, hingga proses panen yang baik dan benar.
“Program pembinaan kemandirian melalui budidaya kopi ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan terhadap program Menteri Imipas dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Kebersamaan antara petugas dan warga binaan selama kegiatan berlangsung mencerminkan sinergi yang positif dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang produktif. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta semangat untuk terus berkarya.
Melalui keberhasilan panen petik merah kopi ini, Lapas Pemuda Plantungan berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan berbasis pertanian dan perkebunan sebagai sarana peningkatan kualitas sumber daya warga binaan. Diharapkan hasil yang diperoleh dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus belajar, berdaya, dan siap kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif serta mandiri.
