Lapas Purwokerto Panen Cabai Keriting dan Rawit, Dukung Produktivitas Warga Binaan

Purwokerto – Lapas Kelas IIA Purwokerto terus mengembangkan kegiatan pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian. Kali ini, kegiatan panen dilakukan terhadap tanaman cabai keriting dan cabai rawit yang dibudidayakan di branggang selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus mengembangkan aktivitas produktif yang memiliki nilai manfaat.

Dari kegiatan panen tersebut, berhasil diperoleh sebanyak 3 kilogram cabai keriting dan cabai rawit. Hasil ini menjadi salah satu bentuk nyata dari kegiatan budidaya tanaman yang dilakukan secara bertahap, mulai dari proses penanaman hingga perawatan. Melalui kegiatan pertanian ini, potensi lahan di lingkungan lapas dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk hortikultura yang bermanfaat sekaligus mendukung pelaksanaan program pembinaan kemandirian.

Kalapas Kelas IIA Purwokerto, Winarso, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian memiliki peran penting dalam membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan di masa mendatang. “Melalui kegiatan budidaya tanaman seperti ini, kami berupaya memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan. Harapannya, pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan di bidang pertanian setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Winarso.

Selain menghasilkan produk pertanian, kegiatan panen cabai ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan nilai kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab. Proses budidaya membutuhkan perawatan yang konsisten serta perhatian terhadap pertumbuhan tanaman agar dapat menghasilkan panen yang baik. Dengan mengikuti kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan mampu memahami proses pertanian secara langsung sekaligus membangun kebiasaan positif melalui aktivitas yang produktif dan bermanfaat.

Melalui kegiatan pembinaan kemandirian di sektor pertanian, Lapas Kelas IIA Purwokerto terus berupaya mengembangkan potensi yang dimiliki serta memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan baru. Panen cabai keriting dan cabai rawit sebanyak 3 kilogram ini menjadi salah satu langkah dalam mendukung pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kemampuan warga binaan, sehingga mereka memiliki bekal yang lebih baik untuk menjalani kehidupan secara mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.