Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lapas Pemuda Plantungan Rawat Tanaman Kacang Panjang dengan Metode Perambatan, Dukung Pembinaan dan Ketahanan Pangan

Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIB Plantungan terus berkomitmen mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu kegiatan yang secara rutin dilaksanakan adalah pemanfaatan lahan untuk budidaya tanaman pangan, salah satunya melalui perawatan tanaman kacang panjang dengan menggunakan metode perambatan, sabtu 8 Agustus 2026.

Kegiatan perawatan dilakukan oleh WBP dengan didampingi petugas pembinaan. Tanaman kacang panjang yang telah tumbuh mulai diarahkan untuk merambat pada media yang telah disiapkan. Perambatan dilakukan dengan menata dan mengarahkan sulur tanaman agar dapat tumbuh dengan baik, memperoleh ruang yang cukup, serta tidak saling menumpuk. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan kondisi tanaman secara berkala untuk memastikan pertumbuhan tetap optimal.

Dalam proses perawatan, WBP tidak hanya melakukan penataan rambatan, tetapi juga melaksanakan berbagai kegiatan pendukung seperti membersihkan area sekitar tanaman dari gulma, memastikan kondisi media tanam tetap baik, serta melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan tanaman. Perawatan secara rutin diperlukan agar tanaman dapat berkembang dengan baik hingga memasuki masa panen.

Kegiatan budidaya kacang panjang tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman langsung kepada WBP dalam mengelola tanaman pangan. WBP dilibatkan mulai dari proses perawatan hingga nantinya tanaman siap dipanen. Melalui kegiatan tersebut, WBP mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai budidaya tanaman yang dapat menjadi bekal ketika telah selesai menjalani masa pidana dan kembali ke lingkungan masyarakat.

Selain menjadi sarana pembinaan, pemanfaatan lahan untuk budidaya tanaman pangan juga merupakan bagian dari upaya Lapas Pemuda Plantungan dalam mendukung program ketahanan pangan. Lahan yang tersedia dioptimalkan menjadi area produktif sehingga dapat menghasilkan komoditas pangan yang bermanfaat bagi lingkungan lapas.

Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan pertanian merupakan salah satu bentuk pembinaan yang terus didorong agar WBP dapat memiliki keterampilan yang bermanfaat.

“Kami terus mengembangkan kegiatan pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian. Perawatan tanaman kacang panjang ini bukan hanya untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga memberikan keterampilan dan pengalaman kepada WBP agar mereka memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kami mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas Pemuda Plantungan,” ujar Suharno.

Menurutnya, kegiatan pembinaan akan memberikan hasil yang lebih optimal apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan WBP secara langsung. Oleh karena itu, setiap proses dalam budidaya tanaman diarahkan agar dapat menjadi pembelajaran bagi WBP, mulai dari menjaga kebersihan, merawat tanaman, hingga memahami pentingnya ketekunan dalam menghasilkan suatu produk.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Pemuda Plantungan tidak hanya berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif, tetapi juga membangun karakter WBP melalui aktivitas yang positif. Perawatan tanaman secara rutin menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kesabaran dalam menjalankan suatu proses.

Ke depan, Lapas Pemuda Plantungan akan terus mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung kegiatan pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan. Diharapkan berbagai kegiatan produktif tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi WBP sekaligus menjadi bagian dari proses mempersiapkan mereka agar lebih mandiri dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat