Dari Candaan Berujung Kekerasan, Bapas Magelang Serukan Stop Perang Sarung
Magelang – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Magelang mengangkat isu maraknya perang sarung yang belakangan ini kembali terjadi dan bahkan menimbulkan korban jiwa. Fenomena yang awalnya dianggap sekadar candaan atau tradisi permainan saat bulan Ramadan tersebut kini berkembang menjadi aksi kekerasan yang membahayakan keselamatan anak dan remaja.
Sejumlah pemberitaan nasional menunjukkan bahwa perang sarung tidak lagi sekadar permainan biasa. Modifikasi sarung dengan benda keras serta aksi saling serang antar kelompok berpotensi menyebabkan luka serius hingga kehilangan nyawa. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena melibatkan anak di bawah umur yang berisiko berhadapan dengan hukum serta berdampak pada masa depan mereka.
Bapas Magelang mengimbau seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, sekolah, hingga lingkungan sekitar, untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap anak-anak. Ramadan seharusnya menjadi momentum memperkuat nilai keagamaan dan kegiatan positif, bukan ajang yang berujung pada kekerasan. Upaya pencegahan dan edukasi bersama diharapkan mampu menekan potensi terjadinya perang sarung serta menjaga generasi muda dari risiko yang merugikan.
