Dari Balik Jeruji, 50 Warga Binaan Rutan Cipinang Ikuti Ujian Santri Takhassus Angkatan Pertama
Jakarta – Setelah menjalani pembinaan dan pembelajaran sebagai santri Pondok Pesantren Darul At-Taubah, sebanyak 50 warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang hari ini mengikuti Ujian Santri Takhassus Angkatan Pertama Tahun Pelajaran 2026/2027, Senin (8/6). Ujian tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan pembinaan spiritual sekaligus bentuk evaluasi atas proses pembelajaran yang telah dijalani selama mengikuti program pembinaan kerohanian di lingkungan Rutan Cipinang.
Pelaksanaan ujian Santri Takhassus ini menjadi bagian dari komitmen Rutan Cipinang dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan kedisiplinan, tetapi juga penguatan karakter dan spiritualitas warga binaan. Melalui pembinaan berbasis keagamaan, warga binaan didorong untuk memperdalam pemahaman agama, memperbaiki diri, serta membangun kebiasaan positif selama menjalani masa pembinaan.
Dalam pelaksanaannya, ujian berlangsung di bawah pengawasan langsung pembina Masjid Rutan Cipinang, Ustadz Mubarok bersama Fitrah, yang selama ini turut mendampingi proses pembelajaran para santri. Selain menjadi sarana evaluasi, pelaksanaan ujian juga menjadi momentum untuk mengukur perkembangan pemahaman keagamaan serta capaian pembelajaran yang telah diberikan kepada warga binaan.
Kepala Rutan Kelas I Cipinang, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra, menyampaikan bahwa program Pondok Pesantren Darul At-Taubah merupakan salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang terus diperkuat guna membentuk karakter warga binaan yang lebih baik. “Kami ingin pembinaan yang diberikan tidak hanya berdampak selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bekal saat kembali ke masyarakat. Melalui pembinaan keagamaan, kami berharap warga binaan mampu membangun kesadaran, memperkuat keimanan, serta menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan Ujian Santri Takhassus Angkatan Pertama ini, Rutan Cipinang terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, berkelanjutan, dan berorientasi pada perubahan positif warga binaan. Diharapkan, proses pembinaan yang dijalankan tidak hanya menghasilkan pemahaman keagamaan yang lebih baik, tetapi juga mampu menjadi bekal bagi warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat dengan pribadi yang lebih baik, mandiri, dan bermanfaat.
