Bupati Bengkulu Selatan Serahkan Bibit Lele untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan di Rutan Manna
anna – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna menerima bantuan bibit ikan lele dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian warga binaan. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Kelas IIB Manna pada Senin (1/6/2026).
Bupati Bengkulu Selatan, Rifa’i Tajudin, secara simbolis menyerahkan bibit ikan lele kepada Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, jajaran pejabat struktural, pegawai Rutan Manna, serta unsur instansi terkait.
Bantuan bibit ikan lele ini merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dan Rutan Kelas IIB Manna dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan.
Program tersebut juga sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong optimalisasi pembinaan berbasis produktivitas.
Usai kegiatan penyerahan, petugas pembinaan bersama warga binaan melakukan penyemaian bibit ikan lele ke kolam budidaya yang berada di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Manna.
Pada kesempatan tersebut, warga binaan juga diberikan edukasi mengenai teknik dasar pemeliharaan ikan lele, mulai dari pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, hingga pemantauan pertumbuhan ikan.
Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan atas dukungan yang diberikan terhadap program pembinaan di Rutan Manna.
“Bantuan bibit ikan lele ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan terhadap program pembinaan kemandirian warga binaan. Kami berkomitmen untuk mengelola program ini secara optimal sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi warga binaan,” ujar Hannibal.
Lebih lanjut, Hannibal menginstruksikan jajaran petugas pembinaan untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan budidaya ikan lele guna memastikan program berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Melalui kolaborasi yang erat antara Rutan Kelas IIB Manna dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, diharapkan program budidaya ikan lele ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan produktif bagi warga binaan.
Dengan bekal keterampilan tersebut, warga binaan diharapkan mampu meningkatkan kemandirian serta siap berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.
