Bukan Sekadar Pangkas Rambut, Barbershop Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lapas Plantungan Jadi Bekal WBP Menuju Kemandirian

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang mampu memberikan bekal nyata bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui pembukaan barbershop sebagai sarana pembinaan kemandirian dan pengembangan keterampilan bagi WBP.

Pembukaan barbershop yang dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, menjadi bagian dari upaya Lapas Pemuda Plantungan dalam memberikan keterampilan praktis kepada WBP. Melalui kegiatan ini, WBP mendapatkan kesempatan untuk mempelajari dan mempraktikkan keterampilan pangkas rambut secara langsung, mulai dari teknik dasar hingga pelayanan kepada pelanggan.

Program tersebut tidak hanya bertujuan mengisi waktu WBP dengan kegiatan yang produktif, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan potensi, kreativitas, kedisiplinan, serta rasa percaya diri. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat terus diasah selama menjalani masa pembinaan sehingga memiliki nilai manfaat ketika WBP telah selesai menjalani masa pidana.

Keterampilan pangkas rambut juga dinilai memiliki peluang yang cukup luas untuk dikembangkan setelah WBP bebas. Dengan bekal tersebut, WBP dapat menggunakannya sebagai modal untuk mencari pekerjaan di bidang barbershop maupun membuka usaha secara mandiri. Bahkan, apabila dikembangkan dengan baik, keterampilan tersebut dapat menjadi peluang bagi WBP untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian harus diarahkan pada keterampilan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan WBP setelah kembali ke masyarakat.

> “Kami ingin pembinaan yang diberikan di Lapas tidak berhenti hanya selama mereka menjalani masa pidana. Setiap keterampilan yang mereka dapatkan harus bisa menjadi bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat. Barbershop ini kami harapkan dapat menjadi tempat bagi WBP untuk belajar, mengasah kemampuan, dan membangun kepercayaan diri,” ujar Suharno.

Menurutnya, keterampilan pangkas rambut dapat menjadi salah satu pilihan bagi WBP untuk membangun masa depan yang lebih mandiri.

> “Harapannya, setelah bebas mereka tidak hanya memiliki pengalaman, tetapi juga memiliki skill yang bisa digunakan untuk mencari pekerjaan atau bahkan membuka usaha sendiri. Kalau usahanya berkembang, tentu akan lebih baik lagi apabila mereka mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain,” tambahnya.

Pembukaan barbershop ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan dalam melaksanakan pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan reintegrasi sosial. WBP diberikan ruang untuk mengembangkan keterampilan dan potensi positif sebagai bagian dari proses mempersiapkan diri kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif.

Melalui berbagai program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Pemuda Plantungan berharap WBP dapat memanfaatkan masa pembinaan dengan sebaik-baiknya. Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka diharapkan mampu membuka peluang baru, memperoleh penghidupan yang layak, serta membangun masa depan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.