Bangkit dari Kelam Melalui Ayam Petelur

Masa lalu bukanlah akhir dari segalanya. Semangat untuk berubah dan menjalani hidup yang lebih baik ditunjukkan oleh Teguh Susilo, Klien Pemasyarakatan Bapas Magelang yang sedang menjalani Program Pembebasan Bersyarat.

Bertempat tinggal di Desa Seren, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Teguh merintis usaha ternak ayam petelur di pekarangan rumahnya. Usaha tersebut telah dijalankannya selama kurang lebih satu tahun dengan penuh ketekunan. Berbekal kandang yang dibangun sendiri serta pakan racikan hasil usahanya, kini Teguh memelihara sekitar 200 ekor ayam petelur.

Setiap hari, peternakan tersebut mampu menghasilkan sekitar 100 butir telur. Hasil panen dipasarkan ke warung-warung di sekitar tempat tinggalnya serta menjadi pemasok untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita dan lansia melalui Posyandu di wilayah setempat.

Bagi Teguh, keberhasilan usahanya tidak lepas dari komitmen untuk bekerja secara halal, disertai semangat, ketelitian, dan kedisiplinan dalam merawat ternak. Menurutnya, perawatan yang baik akan menjaga kesehatan ayam sehingga mampu menghasilkan telur yang berkualitas.

Kisah Teguh menjadi bukti bahwa kesempatan kedua dapat diwujudkan melalui kerja keras, tekad yang kuat, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Dengan dukungan pembimbingan dari Bapas Magelang serta semangat untuk hidup mandiri, ia berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi Klien Pemasyarakatan lainnya untuk bangkit, berkarya, dan kembali diterima di tengah masyarakat.