Perkuat Deteksi Dini, Lapas Tangerang Gelar Sidak Gabungan dan Tes Urine

korandetak.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang memperkuat langkah deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban melalui inspeksi mendadak (sidak) gabungan dan tes urine bagi Warga Binaan, Rabu (16/9) malam. Kegiatan ini melibatkan jajaran Pemasyarakatan bersama Kepolisian, TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kota Tangerang.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, Lili S.H., M.H., menegaskan bahwa deteksi dini merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Lapas. Menurutnya, kewaspadaan perlu dibangun secara konsisten agar setiap potensi gangguan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Deteksi dini harus menjadi budaya dalam pelaksanaan tugas. Setiap potensi gangguan harus kita cegah sedini mungkin,” ujar Lili.

Dalam pelaksanaannya, petugas gabungan melakukan pemeriksaan pada sejumlah kamar dan blok hunian Warga Binaan. Penggeledahan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, termasuk alat komunikasi ilegal, narkotika, senjata tajam, maupun barang lain yang tidak diperbolehkan berada di area hunian.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan, antara lain benda tajam, peralatan berbahan kaca, alat pemantik, perlengkapan elektronik, serta beberapa barang lainnya. Seluruh barang temuan kemudian diamankan untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan pengamanan yang berlaku.

Sidak tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-61.OT.02.02 Tahun 2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan dalam rangka Deteksi Dini Pencegahan Gangguan Keamanan dan Ketertiban pada Lembaga Pemasyarakatan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak, dan Rumah Tahanan Negara di Seluruh Indonesia.

Selain penggeledahan, petugas juga melaksanakan tes urine secara acak terhadap 60 Warga Binaan dari setiap blok hunian. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh Warga Binaan yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkotika.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergi antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan tugas Pemasyarakatan. Keterlibatan unsur Pemasyarakatan, Kepolisian, TNI, dan BNN diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta memperluas langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, mengatakan sidak dan tes urine tidak semata-mata ditujukan untuk menemukan pelanggaran, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengawasan yang konsisten dan responsif.

“Sidak dan tes urine ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan lingkungan Lapas tetap aman dan kondusif. Yang terpenting bukan hanya menemukan pelanggaran, tetapi bagaimana potensi gangguan dapat kita cegah dan deteksi sejak awal,” ungkap Beni.

Ia menambahkan, hasil kegiatan akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan, termasuk terhadap barang yang masuk, digunakan, maupun beredar di lingkungan Lapas. Menurutnya, dukungan dan sinergi dengan instansi terkait menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan sekaligus memastikan program pembinaan tetap berjalan.

“Kami sangat terbantu dengan sinergi bersama Ditjenpas, Kanwil Banten, Kepolisian, TNI, dan BNNK. Kolaborasi ini memperkuat pengawasan dan langkah pencegahan secara bersama-sama. Kami ingin memastikan Lapas menjadi lingkungan yang aman dan tertib sehingga proses pembinaan Warga Binaan dapat berjalan secara optimal,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat deteksi dini secara berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman dan tertib, sekaligus memberikan ruang yang kondusif bagi pelaksanaan pembinaan dan perubahan positif Warga Binaan.(Red).