Dukung Generasi Muda Produktif, Anak Binaan LPKA Kelas 1 Kutoarjo Belajar Bertani

PURWOREJO, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Kutoarjo mendukung tumbuh kembang Anak Binaan melalui pengembangan bakat dan minat. Salah satu pemenuhannya melalui program pelatihan keterampilan dibidang pertanian. Pertanian merupakan salah satu unsur penunjang utama ketahanan pangan.

Rabu, (03/06/2026) Kepala LPKA Kelas 1 Kutoarjo, Ahmad Fauzi menyebutkan generasi muda saat ini jarang yang mau menjadi petani karena tergerus oleh teknologi informasi yang kian pesat dan serba instan. Jika dibiarkan berlarut bisa terjadi degenerasi petani yang saat ini rata-rata sudah lanjut usia.

“LPKA Kutoarjo membina Anak Binaan rentang usia 14 tahun hingga 18 tahun dengan berbagai program yang edukatif. Selain wajib sekolah, Anak Binaan dilatih keterampilan dibidang pertanian dan perikanan secara langsung dengan memanfaatkan lahan area sekitar LPKA,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Anak Binaan diseleksi bakat dan minatnya oleh asesor bekerjasama denga pengasuh kemudian diusulkan dan dibahas melalui sidang tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

Kepala Seksi Pembinaan, Tanti Widiyanah menambahkan Anak Binaan dilatih bagaimana mengolah lahan, menanam tanaman, pemeliharaan lahan dan tanaman, pemberantasan hama/penyakit hingga pemanenan.

“Kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan bertujuan menumbuhkan minat dan memberikan pengetahuan dasar tentang pertanian kepada Anak Binaan. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal positif bagi mereka di masa depan, mau bekerja keras dan produktif,” harap alumni Poltekip angkatan 38 ini.

Diketahui, meskipun lahan LPKA Kutoarjo terbatas namun hijau dengan adanya budidaya pertanian sebagai sarana pembelajaran Anak Binaan. Ada sayuran sawi sendok, bayam,kangkung,terong, kacang tanah dan cabai.