2 Anak Binaan LPKA Kutoarjo Ikuti Ibadah Online, Semangat Spiritual Dibalik Keterbatasan

PURWOREJO, Dua Anak Binaan yang sedang menjalani masa pembinaan karena berkonflik dengan hukum (ABH) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Kutoarjo menjalani ibadah kebaktian secara online melalui aplikasi google meet, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini merupakan program pembinaan kerohanian rutin yang dicanangkan untuk memperkuat iman dan memfasilitasi perubahan perilaku positif Anak Binaan.

Kepala LPKA Kelas 1 Kutoarjo, Ahmad Fauzi menekankan pentingnya pembinaan kerohanian sebagai fondasi utama reintegrasi sosial. “Program ini adalah langkah konkret LPKA Kutoarjo dalam mendorong Anak Binaan untuk meningkatkan iman dan takwa. Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan keagamaan seperti ini, baik secara virtual maupun kerja sama dengan lembaga keagamaan setempat, agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan karakter yang lebih baik,” tegasnya.

Kegiatan ibadah online merupakan hasil kerjasama Yayasan Pelayanan Kasih Bethesda dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah dan pelaksanaannya dilaksanakan di Lapas/Rutan termasuk di LPKA Kelas 1 Kutoarjo. LPKA Kelas 1 Kutoarjo juga menggandeng Yayasan Tamariska Oase visi (TOV) dalam kegiatan ibadah online. Baik Yayasan Bethesda maupun TOV saling bersinergi memberikan kegiatan ibadah online untuk Anak Binaan beragama nasrani.

Kepala Subsi Pendidikan dan Latihan Keterampilan, Dedy Winarto mengatakan hak ibadah seluruh Anak Binaan dijamin pelaksanaannya. Meskipun para Anak Binaan dalam pembatasan hak-hak secara umum tidak seperti remaja pada umumnya diluar karena menjalani masa pidana, ada beberapa hak yang dijamin pelaksanaannya sesuai Undang-Undang salah satunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan khususnya pasal 12 huruf a, yaitu Anak dan Anak Binaan berhak menjalankan ibadah sesuai dengan agama atau kepercayaannya.

Diketahui, kegiatan ibadah online dilaksanakan secara rutin setiap hari Kamis. Salah satu Anak Binaan asal Kota Surakarta, menyebutkan sangat terbantu dengan adanya ibadah online. Bisa melantunkan puji-pujian, dipandu berdoa dan mendengarkan pesan dalam pelayanan yang disampaikan secara virtual oleh pendeta yang berganti-ganti sesuai jadwal yang telah ditentukan.