Studi Banding Pemasyarakatan, Lapas Kelas I Tangerang Tuai Apresiasi Puslemasmil
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang menerima kunjungan silaturahmi Kepala Pusat Lembaga Pemasyarakatan Militer (Puslemasmil), Brigjen TNI M. Yusrif Guntur, S.Sos., M.Si., bersama jajaran, Selasa (3/2). Kunjungan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memperkuat hubungan kelembagaan serta berguna sebagai sarana berbagi pengalaman dalam pengelolaan Lembaga pemasyarakatan.
Brigjen TNI M. Yusrif Guntur hadir didampingi oleh Letkol Cpm Paulus L.B.H., S.I.P., S.H., M.A., serta Lettu Chk Muidin, S.H. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Tangerang bersama jajaran pejabat struktural.
Melalui kunjungan ini, kedua pihak membangun ruang dialog dan studi banding terkait tata kelola pemasyarakatan, meliputi aspek pengamanan, pelayanan, hingga pelaksanaan program pembinaan warga binaan. Rombongan Puslemasmil juga meninjau sejumlah fasilitas utama serta mendapatkan pemaparan langsung mengenai program unggulan yang dijalankan Lapas Kelas I Tangerang.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Jawara Beton, program pembinaan kemandirian di bidang produksi material konstruksi yang melibatkan warga binaan secara aktif dalam proses kerja industri. Program ini tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk disiplin, tanggung jawab, dan kesiapan kerja warga binaan sebagai bekal kesiapan berintegrasi kembali ke lingkungan sosial.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
“Kami mengarahkan program pembinaan warga binaan memiliki keterampilan, kemandirian, dan kesiapan hidup. Mereka yang terlibat dalam kegiatan kerja memperoleh premi dari hasil produksi serta jaminan kesehatan melalui BPJS, sehingga memiliki bekal ekonomi dan sosial saat kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Brigjen TNI M. Yusrif Guntur menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program pembinaan di Lapas Kelas I Tangerang. Ia menilai program-program yang dijalankan telah dikelola secara terencana, sistematis, dan berorientasi pada pemberdayaan Warga Binaan.
“Program pembinaan Lapas Kelas 1 Tangerang yang saya lihat langsung dilaksanakan dengan baik dan menunjukkan keseriusan dalam pengelolaannya. Saya berharap, program-program yang dijalankan oleh Lapas Kelas I Tangerang dapat menjadi contoh pembinaan yang memberikan dampak positif baik bagi Warga Binaan maupun bagi masyarakat secara luas,” jelasnya.
Melalui kunjungan silaturahmi dan studi banding ini, Lapas Kelas I Tangerang mengharapkan terjalinnya kerja sama dan sinergi antarlembaga yang semakin kuat dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan serta memperkuat pelaksanaan pembinaan guna mempersiapkan Warga Binaan kembali ke masyarakat secara mandiri dan produktif.
