Sinergi Tangguh Hadapi Bencana, Lapas Purwokerto dan BPBD Banyumas Siapkan Edukasi dan Aksi Nyata

Audiensi antara Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas berlangsung hangat dan konstruktif. Pertemuan ini membahas penguatan sinergi dalam upaya mitigasi, edukasi, simulasi, serta aksi nyata penanggulangan bencana di lingkungan Lapas. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh jajaran petugas maupun warga binaan terhadap potensi bencana alam.

Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menciptakan sistem keamanan yang komprehensif. Menurutnya, kesiapsiagaan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD semata, tetapi juga seluruh unsur lembaga, termasuk pemasyarakatan. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh petugas memiliki pemahaman yang baik tentang mitigasi dan langkah cepat tanggap darurat, sehingga dapat meminimalisir risiko apabila terjadi bencana,” ujar Aliandra.

Dalam audiensi tersebut, BPBD Kabupaten Banyumas memaparkan sejumlah program strategis, mulai dari edukasi kebencanaan, pelatihan teknis evakuasi, hingga rencana pelaksanaan simulasi terpadu di lingkungan Lapas. Simulasi ini direncanakan melibatkan petugas, warga binaan, serta tim respons cepat guna melatih koordinasi dan ketepatan prosedur saat kondisi darurat.

Aliandra Harahap juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh setiap program yang telah dirancang bersama. “Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat membangun budaya sadar bencana di dalam Lapas. Edukasi dan simulasi bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bekal nyata dalam menghadapi situasi yang tidak terduga,” tambahnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara Lapas Kelas IIA Purwokerto dan BPBD Kabupaten Banyumas. Dengan sinergi yang kuat, upaya mitigasi dan penanggulangan bencana dapat berjalan lebih optimal, demi terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tangguh, dan responsif terhadap berbagai potensi risiko bencana

(Humas Lapas Purwokerto)