Pemasaran Produk WBP Lewat UMKM, Komitmen Nyata Lapas Banjar Jalankan Program Aksi Kemenimipas
KORANDETAK.COM- Sebagai bentuk komitmen dalam mengimplementasikan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan Banjar melalui Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) melaksanakan kegiatan restok produk UMKM hasil karya warga binaan berupa KARPRI (Keripik Karya Napi) di Galeri UMKM Sukma Kenanga Kota Banjar pada Rabu, (6/1).
Kegiatan ini merupakan langkah konkret Lapas Banjar dalam mendukung salah satu Program Aksi Kemenimipas, yaitu pemasaran produk hasil warga binaan melalui koperasi dan UMKM, sebagai bagian dari pembinaan kemandirian dan peningkatan kompetensi warga binaan. Melalui kerja sama dengan Galeri UMKM Sukma Kenanga, Lapas Banjar membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk hasil pembinaan, sehingga mampu bersaing di pasar lokal.
Produk KARPRI merupakan hasil pembinaan keterampilan warga binaan yang telah melalui proses produksi, pengolahan, pengemasan, serta pengawasan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kegiatan restok ini tidak hanya bertujuan menjaga ketersediaan produk di etalase UMKM, tetapi juga menjadi upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas, kontinuitas, dan nilai jual produk warga binaan.
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo menyampaikan bahwa pemasaran produk hasil warga binaan melalui koperasi dan UMKM merupakan strategi penting dalam membangun kemandirian ekonomi warga binaan. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan yang diharapkan dapat menjadi bekal setelah warga binaan selesai menjalani masa pidana.
Melalui implementasi Program Aksi Kemenimipas ini, Lapas Banjar berkomitmen untuk terus mendorong pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada hasil. Diharapkan, produk KARPRI dan hasil karya warga binaan lainnya dapat semakin dikenal dan diterima oleh masyarakat, sekaligus mendukung penguatan UMKM dan perekonomian lokal di Kota Banjar.(Red).
