Lapas Kelas IIA Purwokerto Terima Kunjungan UGM dan Unsoed, Perkuat Studi Budidaya Maggot BSF
Lapas Kelas IIA Purwokerto menerima kunjungan dari Pusat Inovasi Agroteknologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dalam rangka studi praktik budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau maggot, Kamis (2/4). Kegiatan yang berlangsung di area Giatja ini menjadi bagian dari upaya penguatan pengelolaan sampah organik berbasis inovasi di lingkungan pemasyarakatan.
Kunjungan tersebut diikuti oleh 12 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, serta didampingi oleh instruktur dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Rombongan disambut dan didampingi langsung oleh jajaran Lapas, di antaranya Kepala Seksi Kegiatan Kerja Bima Sambudya, Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Yorram Widyatama, Kasubsi Sarana Prasarana Tezar, serta petugas pendamping.
Kegiatan diawali dengan sesi diskusi terkait program pengolahan limbah dan budidaya maggot yang telah diterapkan di Lapas Purwokerto. Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa program budidaya BSF menjadi salah satu inovasi dalam mengelola limbah sekaligus memberikan nilai manfaat. “Melalui budidaya maggot ini, kami tidak hanya mengurangi limbah organik, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi serta memberikan keterampilan bagi warga binaan sebagai bekal setelah bebas nanti,” ujarnya.
Selanjutnya, peserta melakukan peninjauan langsung ke area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang menjadi pusat kegiatan budidaya maggot. Peserta mendapatkan penjelasan teknis mulai dari proses pengelolaan limbah, pemberian pakan, hingga proses panen maggot. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan berlangsung dengan aman, tertib, serta lancar, sekaligus memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap pengelolaan limbah berbasis budidaya BSF.
(Humas Lapas Purwokerto)
