Lapas Kelas IIA Purwokerto Jajaki Peluang Ekspor Produk Warga Binaan Bersama CV. HAMAKI
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto melaksanakan kunjungan kerja dan diskusi bersama CV. HAMAKI yang berlokasi di Desa Pucung Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, pada Rabu (04/03). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program pembinaan kemandirian dalam rangka memperluas kerja sama serta menjajaki peluang ekspor hasil karya warga binaan berupa sapu lidi dan sapu lakop ke pasar internasional.
Kunjungan tersebut diikuti oleh dua orang petugas dan satu peserta magang. Rombongan diterima langsung oleh Bapak Ari selaku pemilik CV. HAMAKI. Dalam pertemuan tersebut dibahas secara mendalam mengenai kesiapan produksi, standar kualitas, hingga mekanisme dan persyaratan ekspor agar produk warga binaan dapat memenuhi kualifikasi pasar luar negeri.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bima Sambudya, menyampaikan bahwa sinergi dengan pihak ketiga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan. “Kami terus berupaya membuka akses pasar yang lebih luas bagi hasil karya warga binaan. Melalui kolaborasi ini, kami optimis produk sapu yang dihasilkan dapat menembus pasar ekspor dengan tetap mengedepankan standar mutu,” ujarnya.
Sementara itu, Bapak Ari selaku pemilik CV. HAMAKI menyambut baik peluang kerja sama tersebut. “Produk sapu dari Lapas memiliki potensi yang baik. Dengan peningkatan kapasitas produksi dan konsistensi kualitas, kami melihat peluang untuk dipasarkan hingga ke luar negeri sangat terbuka,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Lapas Kelas IIA Purwokerto berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi hingga ±20.000 unit per bulan serta menyiapkan sarana dan lahan produksi guna mendukung pemenuhan standar ekspor. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong kemandirian warga binaan menuju daya saing global.
(Humas Lapas Purwokerto)
