Lapas Kelas IIA Purwokerto Gandeng CV. Pusat Handicraft Pasarkan Hasil Karya Warga Binaan
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui pemasaran hasil karya produktif. Pada Selasa (6/1), Lapas Kelas IIA Purwokerto melaksanakan kegiatan pengambilan hasil karya Warga Binaan berupa sapu lidi dan sapu lakop oleh pihak CV. Pusat Handicraft sebagai mitra kerja sama pemasaran.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.20 WIB tersebut dilaksanakan di lingkungan Lapas Kelas IIA Purwokerto. Dalam kesempatan tersebut, CV. Pusat Handicraft mengambil sebanyak 621 batang sapu lidi dan 100 buah sapu lakop yang merupakan hasil produksi Warga Binaan melalui program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kerja sama ini menjadi bagian dari sinergi antara Lapas Kelas IIA Purwokerto dengan pihak swasta dalam rangka meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomi hasil karya Warga Binaan. Produk-produk tersebut selanjutnya akan dipasarkan oleh CV. Pusat Handicraft sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan. “Kami berupaya agar Warga Binaan tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga merasakan langsung hasil dari kerja keras mereka melalui pemasaran produk yang bernilai ekonomi. Ini menjadi bagian dari proses pembinaan menuju kemandirian,” ujar Aliandra Harahap.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Purwokerto berharap Warga Binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat kerja, rasa percaya diri, serta kesiapan Warga Binaan untuk kembali berperan aktif dan produktif di tengah masyarakat.
