Kakanwil Ditjenpas Banten, Ali Syeh Luncurkan Buku “Bercerminlah” Menggugah untuk Hidup Lebih Baik

Banten , INFO PAS — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, Ali Syeh Banna, secara resmi meluncurkan buku berjudul “Bercerminlah”, sebuah karya reflektif yang mengajak pembacanya untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kehidupan dan kembali menengok ke dalam diri.

Dalam sambutannya, Ali Syeh Banna menyampaikan bahwa dalam kehidupan sehari-hari manusia sering kali terlalu sibuk menilai keadaan di luar dirinya, namun jarang meluangkan waktu untuk melakukan perenungan terhadap diri sendiri. Padahal, menurutnya, kesadaran diri merupakan fondasi utama dalam membentuk sikap, perilaku, dan kualitas hidup yang lebih baik.

Buku Bercerminlah karya Muhammad Ali Syeh Banna hadir sebagai ajakan untuk melakukan refleksi batin secara jujur dan mendalam. Bercermin tidak hanya dimaknai sebagai melihat raga secara fisik, tetapi sebagai upaya memahami apa yang sesungguhnya menggerakkan setiap langkah, keputusan, dan tindakan manusia dalam kehidupan.

Salah satu pembahasan utama dalam buku ini adalah konsep Babahan Songo, yaitu sembilan potensi dalam diri manusia yang menjadi pintu masuk berbagai pengaruh. Dari sembilan potensi tersebut, lahir dorongan, keinginan, dan kecenderungan yang membentuk perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam relasi sosial maupun dalam hubungannya dengan Tuhan.

Lebih lanjut, buku ini menguraikan empat kekuatan utama yang menggerakkan raga manusia. Pertama adalah akal pikiran, yang berfungsi menimbang benar dan salah. Kedua, hawa nafsu, yang mendorong keinginan dan ambisi. Ketiga, hati, sebagai pusat rasa, nurani, dan kepekaan moral. Keempat, ruh, yang menjadi penghubung manusia dengan Sang Pencipta.

Ali Syeh Banna menjelaskan bahwa ketidakseimbangan dalam keempat unsur tersebut dapat membawa manusia pada kehilangan arah. Ketika hawa nafsu lebih dominan, manusia cenderung terjebak pada keinginan sesaat. Namun ketika akal, hati, dan ruh mampu berjalan seimbang, maka raga akan bergerak menuju kebaikan, kesadaran, dan kehidupan yang lebih bermakna.

Diperkuat dengan rujukan ayat-ayat Al-Qur’an, hadis, serta kearifan nilai-nilai leluhur, buku Bercerminlah menjadi pengingat bahwa hidup bukan sekadar tentang bergerak dan beraktivitas, melainkan tentang memahami siapa yang sebenarnya menggerakkan diri kita.

Menutup penyampaiannya, Ali Syeh Banna berharap buku ini dapat menjadi bahan perenungan bagi siapa pun yang membacanya, khususnya bagi insan pemasyarakatan, agar senantiasa menjaga keseimbangan lahir dan batin dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari.

“Hidup yang baik tidak selalu dimulai dari perubahan besar, tetapi dari keberanian untuk bercermin dan jujur pada diri sendiri,” pungkasnya.