Dukung Pembinaan Kepribadian Berbasis Literasi, Lapas Banjar Perkuat Salira Lanjar melalui Bantuan Bahan Pustaka

KORANDETAK.COM-Sebagai upaya berkelanjutan dalam memperkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berbasis literasi, Lembaga Pemasyarakatan Banjar menerima bantuan bahan pustaka serta pembinaan pengelolaan perpustakaan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Banjar, pada Senin (02/02), bertempat di Aula Serbaguna dan Taman Pintar Salira Lanjar (Saung Literasi, Inspirasi, dan Kreativitas Lapas Banjar).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara Lapas Banjar dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Banjar tentang optimalisasi perpustakaan sebagai media baca bagi Warga Binaan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui sinergi tersebut, Salira Lanjar diharapkan semakin berperan sebagai ruang pembinaan kepribadian yang mendorong Warga Binaan untuk mengembangkan pola pikir positif, memperluas wawasan, dan membangun karakter yang lebih baik.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Banjar, Tutut Prasetyo, dalam sambutannya menegaskan bahwa literasi merupakan bagian penting dalam proses pembinaan kepribadian di Lapas Banjar.
“Salira Lanjar kami hadirkan sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan diri bagi Warga Binaan. Dengan dukungan bahan pustaka dan pembinaan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Banjar, kami berharap Warga Binaan dapat memanfaatkan literasi sebagai sarana membentuk karakter, meningkatkan kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas.

Selain penerimaan bahan pustaka, kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan dan pembinaan teknis pengelolaan perpustakaan oleh pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Banjar. Pembinaan tersebut menyasar Warga Binaan yang terlibat sebagai pengelola perpustakaan, sehingga mereka memiliki keterampilan, tanggung jawab, serta pemahaman manajerial yang baik sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan survei serta praktik langsung pengelolaan perpustakaan di Taman Pintar Salira Lanjar, yang menjadi pusat literasi, inspirasi, dan kreativitas di Lapas Banjar.

Melalui kegiatan ini, Lapas Banjar menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Salira Lanjar sebagai sarana pembinaan kepribadian yang humanis dan edukatif, guna membentuk Warga Binaan yang berpengetahuan, berkarakter, dan siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah masa pidana berakhir.(Red).