Deteksi Dini Penyakit Menular, 166 WBP Lapas Perempuan Tangerang Ikuti Mobile VCT

Tangerang – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Tangerang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan melalui Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (13/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas ini dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh dokter Lapas, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP), serta petugas dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang dan tenaga medis dari Puskesmas Ciledug dan Jurumudi Baru.

Pelaksanaan Mobile VCT ini merupakan bagian dari upaya peningkatan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) program HIV di Kota Tangerang, dengan menyasar populasi kunci, termasuk WBP. Melalui sinergi ini, diharapkan deteksi dini terhadap penyakit menular seperti HIV, sifilis, dan hepatitis C dapat dilakukan secara optimal di lingkungan pemasyarakatan.

Sebanyak 166 WBP mengikuti rangkaian pemeriksaan yang meliputi tes HIV, sifilis, dan hepatitis C. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan negatif HIV dan hepatitis C. Namun demikian, ditemukan 3 orang WBP dengan hasil reaktif sifilis, yang selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan diagnosis serta penanganan medis yang tepat.

Dokter Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, dr. Nuning Sukma, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan warga binaan sekaligus upaya preventif terhadap penyebaran penyakit menular.

“Melalui Mobile VCT ini, kami dapat melakukan deteksi dini sehingga penanganan bisa segera diberikan. Ini penting tidak hanya untuk kesehatan individu WBP, tetapi juga untuk mencegah potensi penularan di lingkungan lapas,” ujar dr. Nuning.

Ia juga menambahkan bahwa hasil pemeriksaan yang mayoritas negatif menunjukkan meningkatnya kesadaran dan kondisi kesehatan WBP yang semakin baik, namun tetap diperlukan pemantauan dan edukasi berkelanjutan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam upaya pencegahan, pengendalian, serta pengobatan penyakit menular di dalam lapas.