Pisang Jadi Cemilan Bernilai, Warga Binaan Lapas Kotabaru Kreasikan Keripik Pisang Coklat

Kotabaru, INFO_PAS – Kreativitas warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru kembali diasah melalui kegiatan pembinaan kemandirian. Kali ini, warga binaan mengolah bahan sederhana menjadi camilan bernilai melalui pembuatan keripik pisang coklat, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan Petugas Pembina Kemandirian. Warga binaan terlibat langsung dalam setiap tahapan pengolahan, mulai dari menyiapkan bahan, mengupas dan mengiris pisang, menggoreng hingga menghasilkan keripik yang renyah, kemudian memberikan tambahan rasa coklat dan melakukan pengemasan.

Petugas Pembina Kemandirian Lapas Kotabaru, Aprilita Dwi Imasari, menyampaikan bahwa kegiatan pengolahan makanan seperti pembuatan keripik pisang coklat menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya belajar mengolah bahan makanan, tetapi juga belajar menjaga kebersihan, ketelitian, dan kualitas produk. Dari bahan yang sederhana, mereka dapat berkreasi menghasilkan makanan yang memiliki nilai tambah,” ujar Aprilita Dwi Imasari.

Menurutnya, proses pembuatan produk makanan juga dapat memberikan pengalaman mengenai bagaimana sebuah produk dipersiapkan secara bertahap sebelum siap dikonsumsi atau dikembangkan lebih lanjut.

“Kami berharap keterampilan yang mereka pelajari tidak berhenti selama berada di Lapas. Dengan terus berlatih, kemampuan mengolah makanan ini dapat menjadi salah satu keterampilan produktif yang bisa dikembangkan ketika mereka kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga binaan berinisial P mengaku senang dapat mengikuti kegiatan pembuatan keripik pisang coklat. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengolah bahan sederhana menjadi camilan dengan rasa yang lebih menarik.

“Senang bisa ikut membuat keripik pisang coklat. Kami belajar dari menyiapkan pisang, mengiris, menggoreng, sampai memberikan rasa coklat. Dari sini saya jadi tahu bahwa membuat makanan juga membutuhkan ketelitian dan kebersihan,” ungkap P.