Lapas Purwokerto Perkuat Pembinaan Kemandirian melalui Pelatihan Pertanian dan Pengemasan Pupuk Organik
Purwokerto, 24 September 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan pelatihan di bidang pertanian. Bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Lapas Purwokerto melaksanakan Pelatihan Penyemaian dan Penanaman Bersama serta Pengemasan Pupuk Organik Cair dan Padat. Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Lapas Purwokerto tersebut diikuti oleh 20 orang warga binaan dan berlangsung pada Kamis (24/9) pukul 08.30–11.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mendapatkan pengetahuan sekaligus praktik langsung mengenai pengemasan pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Peserta diperkenalkan dengan berbagai kebutuhan dalam proses pengemasan, mulai dari penggunaan wadah dan label produk hingga pemanfaatan vacuum sealer sebagai alat pendukung. Selain itu, warga binaan juga mengikuti praktik pertanian ramah lingkungan yang meliputi penyemaian benih, pengolahan media tanam atau tanah, hingga proses penanaman.
Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Winarso, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas dalam memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan oleh warga binaan untuk kegiatan produktif. “Kami terus berupaya memberikan pembinaan yang tidak hanya bersifat teori, tetapi juga memberikan pengalaman dan keterampilan yang dapat langsung dipraktikkan. Melalui kerja sama dengan Fakultas Pertanian UNSOED, kami berharap warga binaan semakin memiliki kemampuan di bidang pertanian dan pengolahan produk yang nantinya dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Pelaksanaan pelatihan bersama Fakultas Pertanian UNSOED diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan kegiatan kerja dan pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Purwokerto. Pengetahuan mengenai penyemaian, penanaman, serta pengolahan dan pengemasan pupuk organik menjadi tambahan keterampilan bagi warga binaan untuk mendukung kegiatan produktif. Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kerja sama dengan berbagai pihak, Lapas Purwokerto berkomitmen untuk terus membuka ruang pembelajaran bagi warga binaan sebagai bagian dari proses persiapan untuk kembali dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
(Humas Lapas Purwokerto)
