Bapenda Kota Serang Hadirkan Layanan Dekat Rumah (LDR), Permudah Akses Administrasi PBB bagi Masyarakat
Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Serang terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan menghadirkan program Layanan Dekat Rumah (LDR).
Melalui layanan jemput bola menggunakan mobil CAR-LING, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan administrasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) secara lebih mudah tanpa harus datang ke kantor Bapenda.
Kepala Bidang Pendapatan Pengelolaan II Bapenda Kota Serang Rizki Ikhwani mengatakan program LDR mulai dijalankan pada akhir Juni 2026 dan efektif beroperasi sejak awal Juli 2026 sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mulai program LDR itu per akhir Juni 2026, dan mulai efektif dari awal Juli sampai dengan sekarang,” ujar Rizki, Rabu 22 Juli 2026.
Menurutnya, program tersebut merupakan inovasi pelayanan yang dirancang agar masyarakat memperoleh layanan administrasi perpajakan secara lebih cepat, mudah, dan efisien.
“Karena kami ingin menjangkau layanan kami lebih dekat ke rumah warga. Jadi, harapannya warga bisa terlayani dengan maksimal dan optimal,” katanya.
Rizki menjelaskan layanan yang diberikan melalui LDR tidak hanya terbatas pada pembayaran PBB-P2. Masyarakat juga dapat mengurus berbagai administrasi perpajakan.
Mulai dari penerbitan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) baru, mutasi balik nama, pembetulan data objek pajak, serta layanan administrasi lainnya.
“Target dari layanan dekat rumah itu sudah pasti layanannya. Yang jelas, target kami kepada masyarakat tentunya adalah layanan administrasi perpajakan di sektor PBB. Contohnya layanan kepengurusan SPPT baru, mutasi balik nama, pembetulan, dan lain-lain,” jelasnya.
Ia menegaskan Bapenda Kota Serang berkomitmen memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membatasi jumlah berkas yang diajukan selama jam operasional layanan berlangsung.
“Setiap warga yang ingin dilayani oleh kami, berapapun jumlahnya dan berapapun berkasnya, ya kami layani. Jadi tidak ada keharusan target sekian berkas, tidak. Semaksimal mungkin,” ujarnya.
Pelaksanaan LDR di sejumlah lingkungan, seperti Sepang dan Lialang, mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Antusiasme warga terlihat dari tingginya jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan hingga menjelang berakhirnya jam pelayanan.
“Dari pengalaman kami di dua lingkungan itu, sampai jam 4 atau 5 sore berkas masih tetap datang dan warga berbondong-bondong datang,” ungkap Rizki.
Menurutnya, tingginya antusiasme tersebut menunjukkan bahwa pelayanan yang hadir lebih dekat dengan masyarakat mampu menjawab kebutuhan warga.
“Alhamdulillah, sampai dengan sekarang antusiasme warga cukup tinggi dengan adanya Layanan Dekat Rumah ini,” katanya.
Selain meningkatkan kemudahan akses, program LDR juga membantu masyarakat menghemat waktu dan biaya perjalanan karena pelayanan dihadirkan langsung di lingkungan tempat tinggal warga.
“Yang jelas mengefisiensikan biaya. Efisiensi dari sisi biaya perjalanan, dan efisiensi dari sisi waktunya juga. Masyarakat lebih punya banyak waktu, dan bisa lebih cepat terlayani dengan kita yang langsung turun melayani,” ujar Rizki.
