Pererat Silaturahmi Ramadan, Warga Binaan dan Petugas Lapas Purwokerto Buka Puasa Bersama Anggota Komisi XIII DPR RI
Purwokerto, 22 Februari 2026—Suasana Ramadan yang penuh keberkahan terasa hangat dalam kegiatan buka puasa bersama warga binaan dan petugas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto bersama anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan dengan para pemangku kepentingan dalam mendukung pembinaan warga binaan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kalapas, sambutan serta audiensi oleh Bapak Yanuar, dilanjutkan pemberian cenderamata buatan warga binaan, tausiyah Ramadan oleh Kepala DPD Kabupaten Banyumas yang memberikan pesan bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan, dilanjutkan doa bersama menjelang waktu berbuka, serta buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Interaksi hangat antara warga binaan, petugas, dan tamu undangan mencerminkan semangat kebersamaan serta nilai kemanusiaan dalam sistem pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan buka bersama merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan menumbuhkan nilai kebersamaan dan spiritualitas. “Ramadan menjadi momentum refleksi bagi kita semua. Melalui kebersamaan ini, kami ingin menghadirkan suasana kekeluargaan sehingga warga binaan tetap merasakan perhatian, pembinaan moral, serta motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yanuar Arif Wibowo memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program pembinaan di Lapas Purwokerto yang dinilai berjalan dengan baik dan humanis. “Pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam membentuk kembali karakter warga binaan. Saya berharap pembinaan yang dilakukan di sini mampu memberikan bekal keterampilan, mental, dan spiritual sehingga mereka siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan nilai-nilai Ramadan dapat semakin memperkuat keimanan, menumbuhkan optimisme warga binaan dalam menjalani masa pembinaan, serta mempererat sinergi antara pemasyarakatan dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan sistem pembinaan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.
(Humas Lapas Purwokerto)
