Karya Warga Binaan Jawara Beton Lapas Kelas I Tangerang Dukung Fasilitas Dapur MBG Anak Sekolah
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang melalui unit kerja Jawara Beton menyuplai material paving block dan kanstin untuk mendukung penataan akses jalan menuju Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di lingkungan Lapas Kelas I Tangerang, Jumat (6/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari optimalisasi hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan yang diarahkan pada kegiatan produktif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Jawara Beton menyuplai sebanyak 8.350 buah paving block seluas sekitar 190 meter persegi serta 115 buah kanstin untuk menunjang penataan area MBG yang berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi bagi anak-anak sekolah. Seluruh material tersebut merupakan hasil produksi Warga Binaan melalui program pembinaan kemandirian di bawah pengelolaan Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Tangerang.
Pengiriman material ini tidak sekadar menjadi bagian dari proses pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol bahwa pembinaan di dalam Lapas mampu melahirkan karya nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung program strategis nasional Makan Bergizi Gratis.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menyampaikan bahwa keterlibatan Jawara Beton dalam penataan fasilitas MBG mencerminkan efektivitas pembinaan kemandirian yang dijalankan secara berkelanjutan.
“Melalui Jawara Beton, kami ingin menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian bukan hanya tentang mengisi waktu Warga Binaan, tetapi tentang membentuk keterampilan yang nyata dan bermanfaat. Hasil karya mereka hari ini ikut mendukung program makan bergizi untuk anak-anak sekolah, dan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkap Beni.
Ia menambahkan, pemanfaatan produk hasil pembinaan dalam program sosial berskala nasional juga menjadi bukti bahwa Warga Binaan mampu menghasilkan karya yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Tangerang, Aris Supriyadi, menegaskan bahwa proses produksi paving block dan kanstin dilakukan secara terencana dengan standar kerja yang menyerupai dunia industri.
“Setiap tahap produksi kami rancang sebagai proses pembelajaran kerja yang sesungguhnya. Warga Binaan terlibat mulai dari perencanaan, pencetakan, hingga kontrol kualitas. Mereka tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami alur kerja profesional yang kelak sangat berguna ketika kembali ke masyarakat,” tutur Aris.
Pemilik Dapur MBG, Achdiat, mengatakan pemanfaatan produk Jawara Beton menjadi bentuk dukungan terhadap pemberdayaan Warga Binaan.
“Kolaborasi ini memberi nilai tambah karena tidak hanya memenuhi kebutuhan kami, tetapi juga mendorong Warga Binaan untuk terus produktif melalui karya yang bermanfaat,” ujarnya.
Bagi Andi (inisial), salah satu Warga Binaan yang terlibat, keterlibatan dalam produksi Jawara Beton menjadi pengalaman yang membangkitkan rasa percaya diri dan harapan baru.
“Rasanya bangga ketika tau hasil kerja kami dipakai untuk program makan bergizi bagi anak-anak. Kami merasa tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga sedang membangun sesuatu yang bermanfaat. Ini memberi kami semangat bahwa kami masih bisa berubah dan berguna,” ujarnya.
Melalui dukungan Jawara Beton terhadap penataan area MBG ini, Lapas Kelas I Tangerang kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang produktif, adaptif, dan berorientasi pada pemberdayaan, sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan sebagai bagian dari solusi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
