Pemberdayaan Berbasis Karya, Jawara Beton Lapas Kelas I Tangerang Tampil di HBI Ke-76

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan Peringatan Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-76 yang digelar di Kampus Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) Tangerang dengan menghadirkan Jawara Beton sebagai program pembinaan kemandirian unggulan di bidang keterampilan kerja, Selasa (20/1). Partisipasi tersebut ditandai dengan pembukaan stan khusus Jawara Beton yang menampilkan berbagai produk konstruksi hasil karya Warga Binaan, sekaligus dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Tangerang bersama jajaran struktural sebagai wujud dukungan terhadap pelaksanaan pembinaan kemandirian.

Keikutsertaan Jawara Beton dalam peringatan HBI ke-76 tidak sekadar memeriahkan kegiatan, tetapi menjadi momentum strategis bagi Lapas Kelas I Tangerang untuk menunjukkan implementasi pembinaan kemandirian yang dilaksanakan secara terstruktur, terukur, dan selaras dengan arah kebijakan Pemasyarakatan yang berorientasi pada pemberdayaan dan kesiapan reintegrasi sosial Warga Binaan.

Dalam stan Jawara Beton, Lapas Kelas I Tangerang memamerkan beragam produk unggulan seperti paving block, batako, serta produk beton pracetak lainnya. Selain itu, Jawara Beton juga tengah mengembangkan RISHAM (Rumah Instan Sehat Aman), yakni rumah tahan gempa berbasis teknologi beton pracetak yang dikembangkan melalui kerja sama dengan PT Semen Merah Putih dan PT PAU, sebagai wujud inovasi pembinaan kemandirian yang responsif terhadap kebutuhan pembangunan. Pengembangan RISHAM dirancang adaptif terhadap kebutuhan pembangunan perumahan dan upaya mitigasi bencana. Seluruh produk Jawara Beton merupakan hasil pembinaan Warga Binaan yang dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan, proses pencetakan, hingga perawatan hasil produksi, dengan penerapan standar keselamatan kerja dan pengendalian mutu guna memastikan kualitas dan daya saing produk.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat menyampaikan bahwa kehadiran Jawara Beton dalam peringatan HBI ke-76 merupakan bentuk komitmen nyata dalam menghadirkan pembinaan yang berdampak dan berkelanjutan. “Partisipasi Jawara Beton menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas Kelas I Tangerang tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian, tetapi juga pada penguatan keterampilan kerja yang aplikatif dan bernilai ekonomi sebagai bekal Warga Binaan setelah bebas nanti,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Aris Supriyadi menilai keikutsertaan dalam rangkaian HBI sebagai sarana strategis untuk memperkenalkan hasil pembinaan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. “Momentum ini kami manfaatkan untuk menunjukkan bahwa hasil pembinaan Warga Binaan memiliki kualitas dan daya saing. Ini juga menjadi ruang untuk membangun kepercayaan serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pengelolaan Hasil Kerja, Aldri Maitaruna menegaskan bahwa pengembangan Jawara Beton terus diarahkan pada peningkatan kualitas produk dan pembinaan yang berkelanjutan. “Kami memastikan setiap proses pembinaan berjalan sesuai standar, baik dari sisi kualitas produksi maupun pembentukan etos kerja. Harapannya, keterampilan ini menjadi bekal nyata bagi Warga Binaan untuk kembali dan berperan produktif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Melalui partisipasi Jawara Beton dalam peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-76, Lapas Kelas I Tangerang menegaskan komitmennya dalam memperkuat penyelenggaraan pembinaan kemandirian yang profesional, akuntabel, dan selaras dengan arah kebijakan Pemasyarakatan. Program Jawara Beton diharapkan terus berkembang sebagai sarana pembinaan yang berkelanjutan dalam menyiapkan Warga Binaan yang mandiri, produktif, dan siap kembali berkontribusi secara positif di tengah Masyarakat.