Kasih Allah yang Menyelamatkan Keluarga, Ibadah Natal Terpusat 2025 Bersama Warga Binaan se-Tangerang Raya

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang menggelar Perayaan Ibadah Natal Bersama Tahun 2025 di Gereja Anugerah Lapas Kelas I Tangerang, Sabtu (10/1). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB hingga 15.00 WIB ini menjadi bagian dari penguatan pembinaan kepribadian Warga Binaan, khususnya dalam aspek kerohanian, sekaligus wujud pemenuhan hak beribadah di lingkungan Pemasyarakatan

Perayaan Natal Bersama tidak hanya diikuti oleh Warga Binaan Lapas Kelas I Tangerang, tetapi turut mengundang Warga Binaan dari sejumlah UPT Pemasyarakatan se-Tangerang Raya, yakni Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang, Lapas Kelas IIA Pemuda Tangerang, Lapas Kelas IIA Tangerang, serta Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang. Kegiatan ini juga dihadiri pejabat struktural dan petugas Lapas Kelas I Tangerang, serta perwakilan petugas Pemasyarakatan se-Tangerang Raya, sebagai wujud dukungan terhadap pelaksanaan pembinaan kerohanian yang inklusif dan berkesinambungan.

Dalam sambutan Natalnya sekaligus membuka secara resmi kegiatan ibadah, Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan bahwa nilai-nilai Natal harus dimaknai sebagai dorongan untuk bangkit dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
“Perayaan Natal ini menjadi momentum refleksi bagi Warga Binaan untuk bangkit dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Kasih Tuhan hadir tanpa memandang masa lalu, dan melalui pembinaan kerohanian kami berharap Warga Binaan memiliki kekuatan iman, pengharapan, serta kesiapan untuk kembali berperan positif bagi keluarga dan masyarakat,” tegas Beni.

Perayaan Natal Tahun 2025 mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24). Ibadah diawali dengan puji-pujian oleh Tim Pelayanan GPDI Shalom Bintaro Firman dan dilanjutkan khotbah Natal yang disampaikan Pendeta Herman Rantung. Tema tersebut dimaknai sebagai penguatan iman dan pengharapan, sekaligus pengingat pentingnya peran keluarga sebagai fondasi perubahan dan motivasi utama dalam menjalani masa pembinaan.

Selanjutnya, Kepala Bidang Pembinaan Narapidana, Dwi Fu’ad Jamali menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Pada kesempatan tersebut, Lapas Kelas I Tangerang juga menyerahkan piagam penghargaan kepada para mitra pelayanan gereja yang secara konsisten mendampingi dan melayani Gereja Anugerah Lapas Kelas I Tangerang sepanjang Tahun 2025, sebagai bentuk penguatan sinergi antara Pemasyarakatan dan masyarakat.

Dwi Fu’ad Jamali menegaskan bahwa perayaan Natal bersama ini merupakan bagian dari strategi penguatan mental dan spiritual sebagai fondasi penting dalam proses perubahan Warga Binaan.
“Pembinaan kerohanian menjadi fondasi penting dalam membentuk ketenangan batin, sikap reflektif, serta motivasi Warga Binaan agar dapat mengikuti seluruh proses pembinaan secara optimal dan bermakna,” ujarnya.

Kegiatan ibadah berlangsung khidmat, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penampilan kreatif serta kesaksian kehidupan dari Warga Binaan perwakilan masing-masing UPT. Salah seorang Warga Binaan (Berinisial A) mengungkapkan bahwa ibadah Natal tersebut memberikan kekuatan dan harapan baru dalam menjalani masa pembinaan.
“Ibadah Natal ini memberi saya ketenangan dan pengharapan untuk terus memperbaiki diri. Saya merasa dikuatkan untuk menjalani pembinaan dengan lebih baik, terutama demi keluarga yang menunggu di luar,” ungkapnya.

Melalui perayaan Natal bersama ini, Lapas Kelas I Tangerang semakin memantapkan komitmen menghadirkan pembinaan yang holistik dan berkelanjutan, tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga pada pemenuhan hak beribadah serta penguatan mental dan spiritual Warga Binaan sebagai bekal untuk kembali, berdaya, dan berkontribusi positif di tengah Masyarakat. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas.