KPK AMBIVALEN

Korandetak.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa saja dijadikan alat politik, untuk memilah-milah kasus dari satu pihak ke pihak lain yang tidak di sukai, menurut Bastian Simanjuntak, kader Partai Gerindra, saat di wawancara di bilangan Jakarta.(26/11/2020)

Dalam kajian analisis Bastian harusnya KPK memprioritaskan  pontensi kasus korupsi dengan kerugian negara yang besar, itu dulu yang harus dihentikan,  bukan atas dasar suka dan tidak suka.

“secara nominal banyak kasus yang lebih besar, dan KPK belum tentu bisa mengkalkulasi kerugian negara,” menurut Bastian 

“Semenjak era Edy Prabowo ekspor benih ini 

Izin ekspornya sudah sesuai prosedur, karena melalui undang undang dan regulasi kementerian yang sudah ada,” ucap Bastian. 

“Kebijakan Edhy ini sangat cepat dan responsif serta fleksibel untuk kalangan pembudi daya ikan dan udang. “ terangnya

“Menteri Edhy sangat support untuk pemakmuran pembudi daya dan nelayan, yang terhambat dalam administrasi,” jelasnya

masih menurut Bastian, “Mungkin dengan kekuasan KPK  yang begitu besar maka KPK  dapat melakukan apapun untuk menangkap seseorang, dan Adapun Alasan KPK barang bukti dari uang yang dibelanjakan Edhy sebagai bukti uang hasil korupsi cukup beralasan dan cukup canggih.” Lugasnya 

Namun Perlu di buktikan di pengadilan untuk pembuktian alat bukti yang di claim KPK itu, tutup Bastian. (rv)