Feature : Pejuang Melawan Pandemi

Perjuangan Orang-orang di dunia medis melawan pandemi Covid 19, Tanpa pamrih tulus iklhas mengatasi wabah Covid 19 untuk tidak meluas penularan virus corona kepada masyarakat Indonesia.

Peristiwa menyebarnya Penyakit koronavirus 2019 (bahasa Inggris: coronavirus disease 2019, singkatan dari COVID-19) di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. Wabah COVID-19 pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada tanggal 1 Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020. Hingga 17 September 2020, lebih dari 29.864.555 orang kasus telah dilaporkan lebih dari 210 negara dan wilayah seluruh dunia, mengakibatkan lebih dari 940.651 orang meninggal dunia dan lebih dari 20.317.519 orang sembuh.

Hilangnya waktu bersama keluarga, ikhlas diterima. Rela menahan panas, dari lapisan pelindung diri. Kerja keras yang tak mudah. Berjuang dalam konsekuensi yang berat, terus dilakukan setiap harinya. Menjadi sosok tumpuan untuk banyak orang. Tak pernah pamrih atas segala kerja kerasnya.

Virus SARS-CoV-2 diduga menyebar di antara orang-orang terutama melalui percikan pernapasan (droplet) yang dihasilkan selama batuk. Percikan ini juga dapat dihasilkan dari bersin dan pernapasan normal. Selain itu, virus dapat menyebar akibat menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajah seseorang. Penyakit COVID-19 paling menular saat orang yang menderitanya memiliki gejala, meskipun penyebaran mungkin saja terjadi sebelum gejala muncul. Periode waktu antara paparan virus dan munculnya gejala biasanya sekitar lima hari, tetapi dapat berkisar dari dua hingga empat belas hari. Gejala umum di antaranya demam, batuk, dan sesak napas. Komplikasi dapat berupa pneumonia dan penyakit pernapasan akut berat. Tidak ada vaksin atau pengobatan antivirus khusus untuk penyakit ini. Pengobatan primer yang diberikan berupa terapi simtomatik dan suportif. Langkah-langkah pencegahan yang direkomendasikan di antaranya mencuci tangan, menutup mulut saat batuk, menjaga jarak dari orang lain, serta pemantauan dan isolasi diri untuk orang yang mencurigai bahwa mereka terinfeksi.

Upaya untuk mencegah penyebaran virus corona termasuk pembatasan perjalanan, karantina, pemberlakuan jam malam, penundaan dan pembatalan acara, serta penutupan fasilitas. Upaya ini termasuk karantina Hubei, karantina nasional di Italia dan di tempat lain di Eropa, serta pemberlakuan jam malam di Tiongkok dan Korea Selatan, berbagai penutupan perbatasan negara atau pembatasan penumpang yang masuk, penapisan di bandara dan stasiun kereta, serta informasi perjalanan mengenai daerah dengan transmisi lokal. Sekolah dan universitas telah ditutup baik secara nasional atau lokal di lebih dari 124 negara dan memengaruhi lebih dari 1,2 miliar siswa.

Pandemi ini telah menyebabkan gangguan sosioekonomi global, penundaan atau pembatalan acara olahraga dan budaya, dan kekhawatiran luas tentang kekurangan persediaan barang yang mendorong pembelian panik. Misinformasi dan teori konspirasi tentang virus telah menyebar secara daring, dan telah terjadi insiden xenophobia dan rasisme terhadap orang Tiongkok dan orang-orang Asia Timur atau Asia Tenggara lainnya.

Di Indonesia sendiri Pandemi ini merupakan bagian dari pandemi penyakit koronavirus 2019 (COVID-19) yang sedang berlangsung di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV-2). Kasus positif COVID-19 di Indonesia pertama kali dideteksi pada tanggal 2 Maret 2020, ketika dua orang terkonfirmasi tertular dari seorang warga negara Jepang. Pada tanggal 9 April, pandemi sudah menyebar ke 34 provinsi dengan DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat sebagai provinsi paling terpapar virus corona di Indonesia.

Sampai tanggal 30 Oktober 2020, Indonesia telah melaporkan 406.945 kasus positif menempati peringkat kedua terbanyak di Asia Tenggara setelah Filipina. Dalam hal angka kematian, Indonesia menempati peringkat ketiga terbanyak di Asia dengan 13.782 kematian. Namun, angka kematian diperkirakan jauh lebih tinggi dari data yang dilaporkan lantaran tidak dihitungnya kasus kematian dengan gejala COVID-19 akut yang belum dikonfirmasi atau dites. Sementara itu, diumumkan 334.295 orang telah sembuh, menyisakan 58.868 kasus yang sedang dirawat.

Pemerintah Indonesia telah menguji 2.853.984 orang dari total 269 juta penduduk, yang berarti hanya sekitar 10.586 orang per satu juta penduduk.

Sebagai tanggapan terhadap pandemi, beberapa wilayah telah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sebagian wilayah tersebut telah mengakhiri masa PSBB dan mulai menerapkan New Normal.

Berikut prosedur mencegah virus corona menurut WHO:

1. Cuci tangan sesering mungkin

Cuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun dan air mengalir. Bersihkan juga tangan dengan hand sanitizer berbasis alkohol. Dengan mencuci tangan sering, tentunya virus yang mungkin menempel akan hilang sehingga kita terbebas dari penyebaran virus corona.

2. Jaga Jarak

Lakukan jaga jarak sosial (sosial distance) dengan pertahankan jarak setidaknya 1 meter antara Anda dan siapa saja yang mengalami batuk atau bersin. Mengapa? Karena ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus.

Jika Anda terlalu dekat, Anda bisa menghirup tetesan air, termasuk virus Covid-19, jika orang tersebut menderita batuk.

3. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut

Tangan menyentuh banyak permukaan dan dapat mengambil virus. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung atau mulut Anda. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuat Anda sakit.

4. Lakukan kebersihan pernapasan

Pastikan Anda dan orang-orang di sekitar Anda mengikuti langkah kebersihan pernapasan yang baik. Ini berarti menutupi mulut dan hidung dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat Anda batuk dan bersih. Kemudian segera buang tisu bekas.

Karena tetesan dapat menyebarkan virus. Dengan mengikuti kebersihan pernapasan yang baik, Anda melindungi orang-orang di sekitar Anda dari virus seperti flu dan virus corona Covid-19.

5. Cari perawatan medis

Jika mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, segera lakukan perawatan medis. Jika Anda merasa tidak sehat, tetaplah di rumah. Jika Anda mengalami demam, batuk atau sulit bernapas segera cari bantuan medis. Jangan lupa ikuti arahan otoritas kesehatan setempat.

Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah Anda. Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan Anda dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Ini juga dapat melindungi Anda dan membantu mencegah penyebaran virus corona dan infeksi lainnya.

6. Update informasi dan ikuti saran tenaga medis

Tetap update tentang perkembangan terbaru mengenai Covid-19. Ikuti saran yang diberikan oleh Kemenkes dan kesehatan lokal untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

Langkah-langkah perlindungan untuk orang-orang yang berada dalam atau baru-baru ini mengunjungi (14 hari terakhir) area di mana Covid-19 menyebar:

1. Ikuti panduan yang dijelaskan di atas

Tetap di rumah jika Anda mulai merasa tidak sehat, bahkan dengan gejala ringan seperti sakit kepala dan hidung meler sampai Anda pulih.

Menghindari kontak dengan orang lain dan mengunjungi fasilitas medis akan memungkinkan fasilitas ini beroperasi lebih efektif dan membantu melindungi Anda dan orang lain dari kemungkinan Covid-19 dan virus lainnya.

2. Segera lapor pada tenaga medis terdekat

Jika Anda mengalami demam, batuk dan sulit bernapas, segera dapatkan saran medis karena ini mungkin disebabkan oleh infeksi pernapasan atau kondisi serius lainnya.

Hubungi sebelumnya dan beri tahu penyedia Anda tentang perjalanan atau kontak terbaru dengan pelancong.

Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan Anda dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Tentunya hal ini juga dapat mencegah kemungkinan penyebaran virus corona dan beberapa virus lainnya.

Selalu menjaga kesehatan, waspada terhadap kelalaian orang bila tidak menjalankan protokol kesehatan atau social distancing.